Media Monitoring Dalam Manajemen Krisis - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, January 24, 2017

Media Monitoring Dalam Manajemen Krisis

MEDIA MONITORING DALAM MANAJEMEN KRISIS

Media Monitoring - Adalah kegiatan yang dilakukan untuk memantau isu ataupun kabar terkait perusahaan tidak hanya pada saat krisis saja nemun kadang kala PR juga melakukan Media Monitoring daam rangka mengukur efektivitas program komunikasi PR, hasil monitoring ini pada umumnya dibuat seperti kliping atapun arsip dll. 

Pada kesempatan klai ini Dunia Public Relations ingin membahas mengenai media monitoring pada saat krisis pada beberapa media baik itu cetak maupun media audio visual. seperti apa teknis dan juga ataupun tujuanya, yuk kita simak.

MEDIA MONITORING PADA SAAT KRISIS

media monitoring, manajemen krisis, analisis media
media monitoring

Salah satu strategi tepat Public Relations dalam mendeteksi isu dan berpotensi menggunakan citra positif perusahaan adalah dengan melakukan tracking news atau identifikasi berita di media massa (seperti riset agenda setting atau Analisis Isi), Public Relations dapat mengenal dan memahami isu – isu apa saja yang dipersepsi sebagai isu yang penting oleh publik. Ini karena berita – berita media massa dapat diasumsikan sebagai representasi kepentingan publik dan fokus isu – isu atau peristiwayang penting. 
Baca artikel manajemen krisis lainya :

Media / Press Monitoring

Media monitoring atau disebut juga pemantauan media pada dasarnya adalah kegiatan mengikuti apa yang dilaporkan media, khususunya pemberitaan yang positif dan negatif bagi organisasi.
Dalam memantau media biasanya dilakukan kegiatan-kegiatan seperti :
  1. Tabulasi setiap berita
  2. Menelaah berita-berita tersebut untuk menentukan apakah organisasi diberitakan secara positif atau negatif.
  3. Menilai apakah berita tersebut memuat pesan yang disampaikan organisasi
  4. Mengindentifikasikan pesan-pesan yang disampaikan organisasi disiarkan media
  5. Menilai isu-isu tertentu yang menjadi perhatian media
  6. Menilai bagaimana reaksi stakeholder terhadap berita yang disiarkan media.
Pemilihan Data untuk media monitoring dapat diambil berdasarkan Surat Kabar/Majalah/Radio/Televisi/Internet. Berita-berita yang bisa dijadikan data antara lain : 
  • Berita tentang lembaga/perusahaan yang bersangkutan
  • Berita tentang hal-hal yang terkait dengan visi, misi dan program lembaga/perusahaan 
  • Berita tentang bidang/sektor usaha lembaga/perusahaan 
  • Berita-berita menarik lainnya.
Cara-cara yang lazim dipakai oleh PRO dalam melakukan kegiatan press monitoring antara lain :

TEKNIS MONITORING MEDIA

 
Teknis I :
  • Berlangganan media
  • Tandai berita yang akan diambil 
  • Kliping
Teknis II : 
  • Menghubungi wartawan yang bersangkutan (tanyakan apakah berita kita diturunkan atau tidak)
  • Beli media yang memuat berita kita 
  • Tandai berita yang akan diambil 
  • Kliping
#Note :
Dalam teknis II ini, sebelumnya kita sudah mengirimkan atau memberikan siaran pers kita kepada media. Disini akan terlihat bagaimana hubungan yang kita jalin dengan media berjalan dengan baik atau tidak.

Executive Summary (Exsum)

Ringkasan berita dari berbagai media cetak yang disusun sedemikian rupa menjadi suatu media intern, dimana info summary dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan publikasi.

Tujuan:  
  • Media monitoring
  • Media internal 
  • Ringkasan berita 
  • Bahan pengambilan keputusan publikasi
Mekanisme Exsum:  
  • Pemetaan Berita
  • Pencatatan
    1. Sumber media
    2. Tanggal
    3. Halaman
    4. Entry ke database
    5. Klipping
Contoh Rubrik Berita Dalam Media Monitoring
  • Politik
  • Ekonomi
    1. Pasar modal
    2. Moneter
    3. Anggaran
    4. Perpajakan
    5. Perbankan, dll 
  • Hukum 
  • TI 
  • Pariwisata
  • Kehutanan 
  • Life style 
  • Pendidikan 
  • Hiburan 
  • Profil/tokoh
 

Media Content Analysis (MCA)

  • Melalui MCA perusahaan dapat mengamati bagaimana media massa sebagai representasi khalayak menyajikan informasi menurut perspsektif yang dianutnya.
  • Secara komersial, MCA sangat bermanfaat bagi perusahaan atau orgarnisasi, khususnya pihak-pihak yang menerima liputan media yang luas. 
  • MCA menyajikan dua fungsi penting, yaitu: evaluasi untuk mengukur efektivitas komunikasi organisasi (PR) kepada dan melalui media; serta wawasan strategis melalui rekam-jejak isu, analisis pesaing dan identifikasi tren. 
  • MCA digunakan untuk memperoleh kesimpulan atau keterangan tentang pesan-pesan komunikasi yang disampaikan media massa dalam bentuk lambang. 
  • Bentuk MCA yang paling mendasar adalah pemeringkatan positif-netral-negatif
Kriteria dalam MCA
  1. Media yang menayangkan (sirkulasi dan jangkauan khalayaknya)
  2. Posisi penempatan (misalnya halaman muka atau berita headline, halaman utama, dan sebagainya)
  3. Ukuran panjang
  4. Sebutan-sebutan dalam headline atau foto
  5. Isu-isu yang dibahas
  6. Pesan-pesan yang dimuat
  7. Sumber-sumber yang dikutip (share of voice)
" Media Monitoring Dalam Manajemen Krisis "

1 comment:

  1. media relations memang sangat penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik eksternal

    ReplyDelete