Anatomi Krisis & Sinyal Terjadinya Krisis - Manajemen Krisis PR

ANATOMI KRISIS & SINYAL TERJADINYA KRISIS
MANAJEMEN KRISIS PR


Krisis PR - Sbelum krisis pecah dan menjadi sebuah Problem biasanya krisis ini mengalami tahapan-tahapan (fase) sebelum muncul kepermukaan biasanya ditandai dengan sinyal-sinyal tertentu. Seperti apa anatimi krisis serta apa saja tanda-tanda sebelum krisis itu terjadi ? kali ini Dunia Public Relations akam membahas menegai Anatomi Krisis & Sinyal Terjadinya Krisis.

TAHAP - TAHAP TERJADINYA KRISIS


Seorang konsultan krisis terkemuka dari Amerika Serikat, Steven Fink mengembangkan konsep anatomi krisis dengan mengidentifikasikan krisis seperti penyakit yang menyerang manusia. 
 
SINYAL KRISIS, anatomi krisis, tahapan krisis, manajemen krisis pr
sinyal krisis

1. Tahap Prodromal

Tahap prodromal sering disebut Warning Stage, karena ia memberi sirine tanda bahaya, atau disebut precrisis.Tahap ini merupakan bagian dari turning point. Bila manajer gagal mengartikan atau menangkap sinyal ini maka krisis akan bergeser ke tahap yang lebih serius: Akut.
Tahap Prodromal biasanya muncul dalam salah satu dari tiga bentuk berikut ini:
  • Jelas sekali
    Gejala awal kelihatan jelas sekali. Misalnya muncul slebaran gelap di masyarakat, terjadi kebocoran gas di pabrik, karyawan datang kepada manajemen meminta kenaikan upah dll. 
  • Samar-samar
    Gejala yang muncul tampak samar karena sulit mengintepretasikan dan menduga luasnya suatu kejadian. Misalnya deregulasi, munculnya pesaing baru, ucapan dan tindakan pemimpin opini, dll. 
  • Sama sekali tidak kelihatan
    Gejala krisis bisa tak terlihat sama sekali, peusahaan tidak dapat membaca gejala ini karena kelihatanya segalanya oke-oke saja. Laba perusahaan meningkat baik, jika ada kerugianpada satu produk atau keburukan pada salah satu lini adalah wajar.

2. Tahap Akut

Tahap ini sering disebut the point of no return, artinya sekali sekali sinyal-sinyal yang muncul pada tahap prodromal tidak ditangani dengan baik ia akan masuk ketahap akut dan tidak bisa kembali lagi. Kerusakan sudah bermunculan, reaksi mulai berdatangan, isu menyebar luas. Tahap akut adalah tahap antara yang paling pendek waktunya diantara tahap lain. 
baca : Mengenal Isu dan Jenis-jenisnya

3. Tahap Kronis

Tahap ini sering disebut the clean up phase atau the post motrem atau tahap recovery / self analysis. Berakhirnya tahap akut dimulai dengan langkah permbersihan.
Tahap ini ditandai dengan:
  • Perubahan struktural
  • Penggantian manajemen 
  • Penggantian pemilik atau masuknya nama nama baru sebagai pemilik 
  • Perusahaan bangkrut atau dilikuidasi
Tahap kronis adalah tahap yang terenyuh, kadang kadang dengan bantuan seorang crisis manager yang handal, perusahaan akan memasuki keadaan yang lebih baik.

4. Tahap Resolusi

Tahap ini adalah tahap penyembuhan (pulih kembali) Tahap ini ditandai dengan: 
  • Perbaikan dan pemulihan sistem produksi
  • Perbaikan pelayanan jasa 
  • Perbaikan struktur pada manajemen 
  • Rekapitalisasi, dll.
Masing-masing tahap saling berhubungan dan membentuk siklus, lamanya masing-masing tahap sangat tergantung pada variabel seperti
  • Jenis bahaya
  • Kondisi perusahaan
  • Usia perusahaan
  • Ketrampilan manajer

SINYAL KRISIS


Untuk mengatasi krisis manusia membentuk sistem penangkalan. Sebelum kebakaran meluas, misalnya, gedung-gedung modern akan menangkap adanya asap dan membunyikan alarmnya. Namun selain sistem buatan manusia, alarm juga memberikan peringatan agar menjauhi krisis.
 
Ketika krisis terjadi, biasanya sinyal berikut ini turut menyertai:

1. Surprise

Ketika krisis meletus biasanya manusia terkejut karena kedatangannya tidak diharapkan. Ada dua macam bencana, yakni bencana alam dan bencana buatan manusia. Biasanya manusia baru menyadari setelah media memberitakannya secara luas.

2. Meluasnya Isu

Isu timbul karena aktor-aktor yang menangani krisis tidak segera mengontrol informasi. Karena terlalu hati-hati dan kurangnya informasi yang secara resmi diperoleh, masyarakat membuat cerita sendiri sesuai imajinasi mereka.

3. Eskalasi

Krisis meluas dengan cepat. Stakeholders mengajukan pertanyaan secara bersamaan untuk mengamankan kepentingannya karena informasi resmi tidak diperoleh. Eskalasi berarti krisis dengan cepat meluas dan mengait keatas.

4. Lepas Kendali

Bila perusahaan tidak segera membentuk suatu pusat pengendalian krisis, praktisi PR pun menjadi kehilangan kendali. Semua orang sibuk sendiri dan tak ada koordinasi. Eskalasi menimbulkan hal-hal baru yang timbul secara simultan.

5. Penyelidikan Pihak Luar Meningkat

Penyelidikan pihak luar itu dilakukan karena mereka berkepentingan terhadap perusahaan. Mereka butuh kepastian dan perlu mengambil langkah-langkah penyesuaian.

6. Panik

Gejala umum yang selalu terjadi, seperti bila terjadi kebakaran hanya satu dari seratus orang yang mencapai alat pemadam, sedang yang 99 hanya berteriak dan menonton sambil terperangah.

PENANGGULANGAN KRISIS


Sehubungan dengan tanda-tanda tersebut, perusahaan besar umumnya mempunyai suatu tim tetap untuk menanggulangi krisis.

Menurut studi yang dilakukan oleh Western Union Corporation di Amerika Serikat, ditemukan bahwa 207 dari 390 perusahaan besar sudah memiliki rencana yang jelas bila perusahaan menghadapi krisis. Meski begitu, mereka tidak dengan sendirinya bebas krisis. Tetapi, mungkin situasi akan menjadi lebih buruk bila mereka tidak mempunyai sistem itu sama sekali. 
Artikel lainya :

" Anatomi Krisis & Sinyal Terjadinya Krisis - Manajemen Krisis PR "