Peran & Sasaran Public Relations - Dasar-dasar Humas

PERAN & SASARAN PUBLIC RELATIONS
DASAR-DASAR HUMAS

Peran Humas - Pada posisinya dalam perusahaan / organisasi, Humas memiliki peran penting dalam membantu Perusahaan mencapai visi serta bertanggung jawab atas citra saat terjadi krisis. Pada saat terbentuknya badan Humas dalam perusahaan juga memiliki Goal atau tujuan-tujuan dibentuknya badan Humas ini yang selengkapnya akan Dunia Public Relations bahas dalam Peran & Sasaran Public relations.

PERAN PUBLIC RELATIONS


peran humas, peran pr, peran public relations, sasaran humas, cara kerja humas
Public Relations di dalam suatu organisasi memegang peranan penting dalam membantu organisasi yang diwakilinya untuk mencapai keberhasilan visi dan misi yang menjadi tujuan bersama dari organisasi tersebut. Public Relations adalah suatu bidang yang sangat luas menyangkut hubungan dengan berbagai pihak, Public Relations tidak sama dengan sekadar relations meskipun personal relations mempunyai peranan yang sangat besar dalam kampanye Public Relations.

Menurut Dozier dan Broom dalam Center (2007:45) Peranan Public Relations dalam suatu organisasi dapat dibagi empat kategori yaitu:
  1. Penasehat Ahli (Expert prescriber)
    Seorang praktisi pakar Public Relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (Public Relationship) 
  2. Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)
    Praktisi PR dalam hal ini, bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya. Dipihak lain, dia juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.
  3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem solving process fasilitator )
    Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan Public Relations ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.
  4. Teknisi Komunikasi (communication technician) 
    Peranan Communication technician ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methode of communication in organization.
System komunikasi dalam organisasi tergantung dari masing-masing bagian atau tingkatan (level), yaitu secara teknis komunikasi, baik arus maupun media komunikasi yang dipergunakan dari tingkat pimpinan dengan bawahan akan berbeda dari bawahan ke tingkat atasan. Hal yang sama juga berlaku pada arus dan media komunikasi antar karyawan satu departemen dengan lainnya (employee relations and communication media model )

Dalam model peranan para praktisi PR di lapangan, dapat ditarik dua peranan atau fungsi praktisi PR yang harus ada dalam suatu organisasi. Seorang praktisi PR harus berkembang menjadi manajer yang memiliki ‘kemampuan manajerial atau public relations manager’. Dan yang memiliki ‘kemampuan teknis dalam berkomunikasi’.

Dari keempat peranan public relations tersebut, dapat terlihat mana yang berperan dan berfungsi pada tingkat manajerial skill, keterampilan hubungan antarindividu (human relations skill ) dan keterampilan teknis (technician skill) dalam manajemen humas.

Peranan umum PR dalam manajemen suatu organisasi terlihat dengan adanya beberapa aktivitas pokok kehumasan, yaitu :
  • Mengevaluasi sikap dan opini publik
  • Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi dengan kepentingan publiknya
  • Merencanakan dan melaksanakan penggiatan aktivitas PR.

SASARAN KEGIATAN PUBLIC RELATIONS


Menurut H Fayol sasaran kegiatan PR adalah :

A. Membangun identitas dan citra perusahaan (building corporate identity and image)

  • Menciptakan identitas dan citra perusahaan yang positif
  • Mendukung kegiatan komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak.
B. Menghadapi krisis (facing of crisis)
  • Menangani keluhan dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis dan PR recovery of image yang bertugas memperbaiki lost of image and damage.
C. Mempromosikan aspek kemasyarakatan (promotion public causes)
  • Mempromosikan yang menyangkut kepentingan publik
  • Mendukung kegiatan kampanye sosial.

" Peran & Sasaran Publir Relations - Dasar-dasar Humas "