Pengertian Komunikasi Interpersonal - Psikologi Komunikasi - Dunia Public Relations

Terbaru

Thursday, December 15, 2016

Pengertian Komunikasi Interpersonal - Psikologi Komunikasi

PENGERTIAN INTERPERSONAL KOMUNIKASI
PSIKOLOGI KOMUNIKASI

Komunikasi Interpersonal - Adalah komunikasi yang umum dilakukan oleh dua orang atau lebih yang biasanya terjadi secara sepontan dan tidak terstruktur, namun tidak hanya sampai disini, masih banyak definisi dari Komunikasi Interpersonal, seperti apa definisi lain dari jenis komunikasi yang satu ini? simak terus Pengertian Komunikasi Interpersonal oleh Dunia Public Relations.

PENGERTIAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL

interpersonal komunikasi, interpersonal komunikasi adalah, pengertian interpersonal komunikasi

Menurut Littlejohn (1999) mendefinisikan komunikasi antar pribadi (Interpersonal Communication) adalah komunikasi antara individu-individu. Sedangkan Menurut Deddy Mulyana (2008:81) bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orangorang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik verbal maupun nonverbal.


SISTEM KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Persepsi Dalam Komunikasi Interpersonal


Perilaku seseorang dalam komunikasi interpersonal sangat dipengaruhi persepsi interpersonalnya. Ketika kita mempersepsi orang lain, tidak bisa dihindari faktor-faktor personal kita juga ikut berpengaruh, karena itu sangat mungkin terjadi kekeliruan. Persepsi kita tentang orang lain umumnya stabil. Padahal manusia selalu berubah.

Tidak semua orang menyadari bahwa persepsinya tentang orang lain mungkin salah. Berusaha memahami orang lain sebagai mahluk yang secara terus menerus berubah adalah salah satu kunci keberhasilan komunikasi antar pribadi. Semakin kita dapat memahami seseorang, semakin besar kemungkinan untuk menafsirkan pesan dari orang itu secara benar. Akibatnya, tingkat keberhasilan komunikasi semakin tinggi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap orang lain :
  • Faktor eksternal
  • Faktor personal

Faktor eksternal

Kita menanggapi atau berusaha memahami orang lain dari petunjuk-petunjuk eksternal yang dapat kita amati. Petunjuk eksternal tersebut dapat berupa :
  1. Petunjuk verbal
    Kata-kata tentang seseorang mempengaruhi persepsi kita terhadap orang tersebut.
  2. Petunjuk non-verbal
    Petunjuk Non Verbal terdiri dari :
  •  Paralanguge
  • Penampilan
  • Gestura (kinesik) 
  • Proksemik

Faktor Personal


Untuk membantu kecermatan dalam melakukan persepsi diperlukan faktor-faktor personal dari si pelaku persepsi.
Faktor-faktor personal itu adalah :
  • Pengalaman-pengalaman
  • Motivasi
  • Kepribadian
Dalam menanggapi stimuli, seseorang akan memasukkan stimuli tersebut kedalam memori berdasarkan kesamaannya dengan pengalaman masa lalunya. Disinilah terjadi bagaimana proses persepsi interpersonal itu berlangsung. Proses ini disebut sebagai proses pembentukan kesan (impression formation).

Misal :
jika bertemu dengan orang Nigeria, Susan akan memiliki gambaran : orang ini pasti “gudang narkoba”. Mengapa ? Pengalaman yang didapatnya, ia melihat dan mendengar dari media massa orang-orang Nigeria banyak yang menjadi pemasok narkoba di Indonesia

Stereotyping


Persepsi seperti ini biasanya bersifat stabil. Perubahan persepsi bisa terjadi melalui komunikasi interpersonal. Makin banyak/sering berkomunikasi, makin kita mengenal orang lain dan makin besar mengetahui bagaimana sesungguhnya orang tersebut.

Setiap manusia tidak hanya mempersepsi orang lain, tetapi juga mempersepsi diri sendiri, yaitu saat kita membayangkan dan memberi penilaian tentang diri kita sendiri

Konsep diri


Menurut William D. Brooks : Konsep diri adalah persepsi tentang diri kita yang bersifat fisik, psikologis, maupun sosial; yang datang dari pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain. Sedangkan menurut Jalaluddin Rakhmat (1996:99): Konsep diri sebagai gambara diri kita, pandangan dan perasaan kita tentang diri kita sendiri. Bagi komunikasi interpersonal, konsep diri sangat penting. Setiap orang akan bertingkah laku sesuai dengan konsep dirinya.

Ada 2 macam konsep diri :
  • Konsep diri yang positif :
    - Yakin akan mampu mengatasi berbagai masalah, bahkan ketika mengalami kegagalan
    - Merasa sama / setara dengan orang lain
    - Menerima pujian tanpa malu atau pura-pura rendah hati, dan menerima penghargaan tanpa rasa bersalah
    - Mampu untuk terus memperbaiki diri dan menyadari kesalahan pribadi
    - Menyadari bahwa tiap orang memiliki perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak sepenuhnya disenangi orang lain /masyarakat.
  • Konsep diri yang negatif :
    - Tidak tahan kritik, mudah marah, menganggap setiap orang yang mengoreksi dirinya adalah usaha untuk menjatuhkannya.
    - Haus terhadap pujian, kritis dalam menilai orang, dan tidak mau menerima kelebihan orang lain.
    - Tidak mau berkompetisi dengan orang lain
    - Cenderung merasa tidak disenangi, tidak diperhatikan serta tidak diterima orang lain
Orang dengan konsep diri positif biasanya memiliki percaya diri yang besar. Mereka merasa yakin akan kemampuannya, mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kesempatan dan kegiatan. Orang-orang yang tidak memiliki percaya diri biasanya takut untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Orang seperti ini dianggap tidak menarik, kurang kredibel dan sangat jarang menduduki jabatan pemimpin. Oleh sebab itu, mereka yang memiliki rasa percaya diri yang besar umumnya sukses dalam pekerjaan mereka.

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri :
  • Orang lain
  • Kelompok rujukan (reference group)
Membuka diri - konsep diri
Dengan membuka diri, konsep diri menjadi lebih dekat pada kenyataan. Pengetahuan tentang diri akan meningkatkan komunikasi, dan berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri sendiri.

Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalamanpengalaman dan gagasan-gagasan baru. Makin banyak mengetahui seseorang, makin akrab hubungan kita dengan tersebut.

 " Pengertian Komunikasi Interpersonal - Psikologi Komunikasi "

No comments:

Post a Comment