Mengenal Media Public Relations - Dasar-Dasar Humas - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, December 13, 2016

Mengenal Media Public Relations - Dasar-Dasar Humas

MENGENAL MEDIA PUBLIC RELATIONS
DASAR-DASAR HUMAS
 
Media PR - Dalam keseharianya seorang Praktisi PR memang tidak dapat dipisahkan dari yang namanya Media, mengapa demikian? karena media inilah yang memebantu proses kerja PR terutama dalam rangka penyebaran informasi kepada publik-publiknya baik itu publik Internal maupun publik Eksternal. Praktisi PR untuk saat ini tidak mungkin bergerak tanpa dibarengi media, jadi PR dalam keseharianya sangatlah membutuhkan media.

Begitu pula sebaliknya media disisi lain juga membutuhkan sesuatu yang baru seperti berita yang segar dan hangat dari perusahaan / organisasi tempat PR bernaung. Nah kali ini Dunia Public Relations akan membahas mengenai Media-media dan kaitanya dengan kegiatan PR, untuk selengkapnya Yuk kita simak.

APA ITU MEDIA??


Media diartikan Media merupakan bentuk jamak dari medium. Dalam ilmu komunikasi sebagai :
  • Saluran
  • Sarana penghubung
  • Alat-alat komunikasi
Media PR adalah berbagai macam sarana penghubung yang dipergunakan seorang PR dengan publiknya, yaitu publik internal maupun publik eksternal untuk membantu pencapaian tujuan.
 
Tujuan penggunaan media dalam PR menurut Rumanti adalah :
  1. Membantu mempromosikan dan meningkatkan pemasaran suatu produk dan jasa
  2. Menjalin komunikasi berkesinambungan
  3. Meningkatkan kepercayaan publik
  4. Meningkatkan citra baik perusahaan

Dalam rangka mencapai tujuan PR, adakalanya penggunaan media massa seperti pers, radio atau televisi tidak lagi sesuai. Karenanya, untuk menjangkau khalayaknya, PR mempunyai alat-alatnya (PR tools)
 
Alat-alat kegiatan ini bisa disebut media PR. berkaitan dengan hal tersebut, Cutlip, Center & Broom (2009) mengklasifikasikan media PR ke dalam 3 kategori baik untuk internal public maupun eksternal public, ketiga macam media tersebut adalah :
  1.   The Printed Word
  2. The Spoken Word
  3. The Image (Audi visual Media

PRINTED WORLD / MEDIA TULIS


Organizational Publication Penerbitan/ publikasi organisasi yang biasanya berupa :
  • Majalah Organisasi, berbentuk majalah dan biasanya berukuran A4 (297x110mm), yang isinya memuat berita-berita tentang kegiatan-kegiatan organisasi dan prestasi yang pernah dicapai oleh anggota organisasi.majalah ini diperuntukkan para pegawai dan keluarganya.
  • Surat Kabar organisasi
  • Newsletter. Jumlah halamannya biasanya lebih sedikit, yakni 2 hingga 8 halaman dan biasanya berukuran A4. (Jefkins, 2004)
Contoh Newsletter

  • Majalah Dinding. Bentuknya seperti poster kecil yang ditempelkan pada dinding. Medium ini biasanya diperuntukkan untuk keperluan internal & Eksternal.

Pamphlets, Brochures, Manual, & Books

  • Pamphlets
    Surat selebaran yang berbentuk lembaran-lembaran yang dibagi-bagi pada setiap publik yang berkepentingan dengan organisasi, berisi informasi berupa petunjuk tentang organisasi, informasi organisasi dengan tujuan promosi.
  • Brochures
    Publikasi singkat yang terdiri dari beberapa halaman yang berisi keterangan singkat tentang organisasi untuk diketahui umum. 
Contoh Brosure

  • Manual
    Buku pedoman kerja yang berisi petunjuk lengkap untuk karyawan.
  • Books
    Sama halnya dengan booklets, hanya lebih tebal dan isinya dapat memberikan informasi detail tentang organisasi atau perusahaan.

Press Release & Counter Release

  • Press Release penyebaran berita tentang perusahaan kepada pers.
  • Counter Release Release yang ditujukan untuk membantah serangan terhadap organisasi yang dibuat PRO dengan maksud menjaga nama baik perusahaan.
  • Thank you notes & Letter ucapan-ucapan terima kasih kepada publik, ucapan ulang tahun dll.
  • Foto, Grafik, Lukisan

SPOKEN WORLD

Penyampaian pesan PR yang dilakukan melalui komunikasi langsung atau tatap muka. Kegiatan seperti ini biasanya dilakukan dalam berbagai kesempatan, seperti seminar, jamuan makan, dan lain-lain. Ada 2 klasifikasi Spoken Word :

Media Internal, meliputi :

  • The Grapevine
    Komunikasi yang berkembang melalui rumors yang beredar di kalangan karyawan, dan rumors berkembang sesuai sifatnya, yakni penyampaiannya secara serial.
  • Meeting
    Pertemuan yang dilaksanakan guna kepentingan organisasi, baik vertikal maupun horizontal yang dimaksudkan untuk melaksanakan two way communication.
  • Closed Circuit Television Siaran tv terbatas yang diputar sekitar lembaga atau organisasi
  • Teleconference pertemuan
 Contoh : Meeteng & Teleconference
 

Media Eksternal, meliputi :

  • Konferensi Pers
    Yaitu kegiatan mengundang wartawan untuk memberikan beberapa penjelasan mengenai keadaan perusahaan. Dimaksudkan untuk menetralkan efek mengenai berita-berita yang menyerang perusahaan/ penjelasan mengenai apa yang terjadi sesuai dengan fakta yang ada.
  • Siaran Radio
    Kegiatan PR dalam bentuk penyampaian pengumumanpengumuman, sponsorship, talkshow, periklanan, dan lain sebagainya.
  • Press Interview
    Wawancara yang dilakukan antara wartawan dengan pihak perusahaan. Berbeda dengan press conference dalam hal ini perusahaan hanya mngundang 1 atau 2 orang wartawan.
  • Tape Recorder
    Alat perekam segala kegiatan perusahaan pada saat-saat acara penting. Hal ini dimaksudkan untuk menyimpan data yang akan diolah dan dijadikan kebijaksanaan perusahaan pada tahap berikutnya. 
  • Press tour
    Kegiatan wisata pers yang diselenggarakan oleh perusahaan. Dalam hal ini perusahaan mengundang beberapa wartawan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat menjalin hubungan baik dengan pihak pers.

THE IMAGE / MEDIA AUDIO VISUAL


Tool of PR yang termasuk dalam The Image adalah :
  • Televisi
  • Film
  • Slides Film
  • Open House
  • Stage Event
  • Art Program
  • Pameran
  • Demonstrasi

PR DAN NEW MEEDIA


Media Baru, Tantangan Baru

Praktisi PR menggunakan huruf, ucapan, gambar, dan kombinasi dari semua bentuk komunikasi. Mereka menggunakan baik itu media yang bisa dikontrol oleh mereka maupun yang tidak, untuk berkomunikasi dengan banyak publik organisasi.
 
Media terkontrol adalah media di mana praktisi bisa menentukan informasi apa yang akan di muat, bagaimana pemuatannya dan kapan dimuat, serta kepada siapa berita itu ditujukan. Media tak terkontrol adalah media di mana praktisi tidak punya peran langsung dalam pembuatan keputusan isi media. Awak medialah yang menentukan apakah suatu berita akan dimuat, dll.

Kemajuan teknologi telah mengubah produksi komunikasi, distribusinya, penyampaiannya, dan penyimpanannya. Dengan demikian, teknologi media baru telah mengubah cara PR berkomunikasi dan beradaptasi dengan perkembangan media baru.

Internet & PR

Metode komunikasi berbasis internet telah mengubah landskap media dalam komunikasi organisasi-publik. World Wide Web memiliki potensi untuk membuka komunikasi dengan audiens di seluruh dunia. Dengan demikian, teknologi komunikasi baru telah menginspirasi PR cara baru dalam berkomunikasi dengan publiknya.

Peran dan posisi public relations (PR) masa kini, tak bisa dipisahkan dengan fenomena media online yang tengah terjadi saat ini. PR dan media ibarat dua sisi mata pisau. Kemana PR bergerak, disitu pula media ada. Era Online Media membuka mata praktisi PR terhadap cara komunikasi baru yang lebih sederhana, cepat, mudah, dan menjangkau sasaran luas. 
 
Pergerakan informasi yang transparan dan real time adalah sesuatu yang tidak terelakkan. PR merupakan bagian dari organisasi yang menjadi ”jembatan komunikasi” antara sebuah institusi dengan publiknya sehingga tercipta pengertian bersama yang membawa terhadap penciptaan citra positif dan dukungan dari publik terhadap eksistensi institusi tersebut.

Beberapa Aktivitas PR di on line media :
  • PR & Corporate website
  • 2. PR & Online News Room

Kegiatan PR untuk mempermudah wartawan dalam mencari berita seputar organisasi, dilakukan dengan menyediakan space khusus untuk wartawan. Seperti terlihat pada Website Unilever yang menyediakan menu-menu khusus untuk para stakeholdernya.
 

PR dan social media

Dalam era internet ini, yang di mancanegara disebut PR 2.0 aktivitas PR dilakukan melalui social media seperti blogging, Facebook dan Twitter maupun media sosial lainnya sudah menjadi bagian dari kegiatan arus utama Public Relations. Indonesia pun sudah memasuki era ini, dengan contoh kasus yang masih segar dalam ingatan kita kejadian yang menyangkut 
 
Priya Mulyasari. Tanpa social media –di mana Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan pengguna Facebook terbesar - tidak mungkin kasus ini menyebar begitu cepat dan begitu luas. Di banyak negara media monitoring sudah dengan sendirinya mencakup social media dan di Indonesia pun kasus Prita Mulyasari menjadi peringatan bagi profesi PR agar menguasai cara-cara baru mengatasi krisis dengan memperhatikan peran internet.

Karenanya, Fenomena Social media secara fundamental mengubah cara perusahaan berkomunikasi. Maraknya Facebook, Twitter, Plurk, blog, wiki, youtube dan lainnya memaksa perusahaan meningkatkan cara komunikasi yang semula satu arah dan dua arah menjadi segala arah.

Di tengah maraknya fenomena itu, praktisi PR masa kini harus menghadapi publisher baru. Mereka adalah para blogger, para facebookers, para friensdters, para plukers serta pemilik akun di Web 2.0 lainnya. Mereka adalah para konsumen

" Mengenal Media Public Relations - Dasar-Dasar Humas "

No comments:

Post a Comment