Mengenal Humas & Definisinya - Konsep Dasar Public Relations - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, December 13, 2016

Mengenal Humas & Definisinya - Konsep Dasar Public Relations

MENGENAL HUMAS & DEFINISINYA
KONSEP DASAR PUBLIC RELATIONS

Humas Adalah - Bagi sebagian masyarakat kegiatan humas mungkin hanya merupakan kegiatan yang konteksnya menyebarkan informasi kepada publik atau khalayak. Namun tidak, sekarang Profesi humas / Public Relations konteksnya sangat luas dan memiliki posisi tersendiri di Perusahaan / Organisasi.

Kali ini Dunia Public Relations akan membahas mengenai Konsep Dasar Humas, Definisi-definisi Humas serta kita akan berlajar mengenal lebih dekat lagi tentang Profesi humas dan untuk selengkapnya silahkan teman-teman simak ulasan dibawah ini.


PENGERTIAN PUBLIC RELATIONS / HUMAS


pr, humas, public relations, humas adalah, pengertian humas, pengertian public relations

Public Relations secara harfiah adalah gabungan dari dua buah kata yaitu “public” dan “relations”. Public adalah salah satu kelompok dalam masyarakat dimana di dalam masyarakat yang sifatnya heterogen terdapat sekelompok orang yang sifatnya homogen. Yang homogen inilah yang dapat dikategorikan sebagai “publik”. Kata publik secara universal yaitu sekelompok orang yang mempunyai minat dan perhatian yang sama terhadap sesuatu hal. 

Pengertian Relations Dalam bahasa indonesia kata relation diterjemahkan sebagai ‘hubungan’ tetapi dalam kaitannya dengan PR, relations yang dimaksud adalah jamak. Dari pengertian kata relations’ di atas, maka jelaslah bahwa hubungan yang dilakukan dalam kegiatan PR adalah banyak. Dalam arti kata kegiatan PR pada pelaksanaannya melibatkan berbagai macam hubungan, jadi tidak hanya dalam satu macam hubungan.

Definisi PR menurut Institute of Public Relations (IPR)

Public Relations (PR) adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good-will) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.” 

Analisis : 
  1. ‘upaya yang terencana dan berkesinambungan’ Berarti bahwa PR adalah suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasikan sebagai suatu rangkaian kampanye atau program terpadu, dan semuanya ini berlangsung secara berkesinambungan dan teratur. Jadi, PR sama sekali bukanlah kegiatan yang sifatnya sembarangan atau dadakan.
  2. tujuan utamanya adalah ‘menciptakan & memelihara saling pengertian’ . Maksudnya adalah untuk memastikan bahwa organisasi tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang turut berkepentingan. Selain itu, organisasi juga harus memahami setiap kelompok atau individu yang terlibat dengannya.

Definisi PR menurut Frank Jefkins

“PR adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan saling pengertian”

Cutlip, Center and Broom mendefinisikan PR adalah sebagai berikut :



Definisi PR menurut International Public Relations Association (IPRA)

“PR adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik (umum) untuk memperoleh pengertian, simpati dan dukungan dengan penelitian opini publik di antara mereka. Untuk mengaitkanya sedapat mungkin kebijaksanaan dan prosedur yang mereka pakai untuk melakukan hal itu direncanakan dan disebarkanlah informasi yang lebih produktif dan pemenuhan keinginan bersama yang lebih efisien”

Definisi tersebut dengan tegas menunjukkan bahwa PR adalah fungsi manajemen, menegaskan bahwa komunikasi dalam kegiatan PR sangat penting. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi 2 arah dari organisasi ke publiknya, dari publik ke organisasi secara timbal balik, dengan memperhatikan opini publik sebagai efeknya, baik yang terdapat pada publik internal maupun publik eksternal. Komunikasi yang sehat dan etis didasarkan atas penelitian yang seksama

Dari berbagai konsep PR di atas, maka dapat ditarik konsep untuk memahami dan mengevaluasi berbagai opini publik atau publik yang berkembang terhadap organisasi/ perusahaan,
maka :

Dalam kegiatannya : PR memberi masukan dan nasihat terhadap berbagai kebijakan manajemen yang berhubungan dengan opini atau isu publik yang ditimbulkan.
Dalam Pelaksanaannya : PR menggunakan komunikasi untuk memberitahu, mempengaruhi dan Mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku publik sasarannya
Tujuan utama PR pada intinya adalah : membangun kredibilitas dan membangkitkan motivasi bagi stakeholder perusahaan guna meminimalkan biaya pengeluaran proses transfer komunikasi.

Tujuan kegiatan PR dapat dikelompokkan menjadi :
  • Performance Objective
    PR merupakan kegiatan-kegiatan komunikasi yang mempresentasikan citra perusahaan kepada publiknya, melaksanakan serangkaian kegiatan untuk membentuk dan memperkaya identitas, serta citra perusahaan di mata stakeholder.
  • Support of Customer Market Objective
    kegiatan PR dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul sehubungan dengan kegiatan komunikasi yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan menitikberatkan pembahasan pada identifikasi tingkat kesadaran konsumen, sikap, dan persepsi konsumen terhadap produk dan layanan yang ditawarkan perusahaan

TUJUAN PUBLIC RELATIONS

Menciptakan Pemahaman Antara Perusahaan Dengan Publiknya

Tujuan kegiatan PR pertama kali adalah berupaya menciptakan saling pengertian antara perusahaan dengan publiknya. Melalui kegiatan komunikasi diharapkan terjadi kondisi kecukupan informasi antara perusahaan dengan publiknya. Perusahaan harus mampu memahami kondisi nyata publiknya. Public Relations harus memulai aktivitasnya dengan bertanya“siapa publik saya?; apakah publik saya mengenal saya?; bagaimana persepsi publik tentang saya?; apa yang belum diketahui publik tentang saya?; apa yang saya lakukan?; bagaimana saya melakukannya?; bagaimana saya berbeda dengan pesaing?; dsb.

Publik harus mempunyai informasi yang cukup tentang perusahaan misalnya, “apa yang telah atau sedang atau akan dilakukan oleh perusahaannya?; produk apa yang dihasilkan perusahaan? Apakan perusahaan punya komitmen untuk mendukung kepentingan publik?”

Membangun citra corporate (Corporate image)

Citra merupakan gambaran yang ada dalam benak publik tentang perusahaan. Citra adalah persepsi publik tentang perusahaan yang menyangkut pelayanannya, kualitas produk, budaya perusahaan, perilaku perusahaan atau perilaku individu - individu dalam perusahaan dan lainnya.

Dengan kata lain citra korporat adalah citra keseluruhan yang dibangun dari semua komponen perusahaan seperti : kualitas produk, keberhasilan ekspor, kesehatan keuangan, perilaku karyawan, tanggung jawab sosial terhadap lingkungan atau pengalaman konsumen yang menyenang atau menyedihkan tentang pelayanan perusahaan.

Karena keseluruhan komponen perusahaan berpotensi menciptakan citra maka kegiatan PR dapat bersifat :
  • PR sebagai metode komunikasi, yaitu kegiatan PR yang dilakukan melalui divisi PR. Perusahaan mempunyai divisi khusus PR dengan berbagai macam program kegiatan yang dirancang secara sistematis dan terencana serta dipimpin oleh seorang manager PR.
  • PR sebagai teknik komunikasi, yaitu segala perilaku anggota organisasi berpotensi mempengaruhi citra tertentu di mata publik. Di sini berlaku prinsip “every body is a PR” setiap orang adalah PR bagi dirinya sendiri dan perusahaan tempat dia bekerja.

Membentuk opini yang favourable

Sikap publik terhadap perusahaan bila diekspresikan disebut opini publik. Jadi opini publik merupakan ekspresi publik mengenai persepsi dan sikapnya terhadap perusahaan. Dalam kaitan ini, PR dituntut memelihara komunikasi persuasif yang ditujukan untuk :
  1. Menjaga opini yang mendukung 
  2. Menciptakan opini yang masih tersembunyi atau yang belum diekspresikan 
  3. Menetralkan opini yang negatif.

 

Membentuk goodwill & kerjasama

 
Pada tahap ini, tujuan PR sudah pada tahap tindakan nyata. Artinya sudah tercipta jalinan kerja sama dalam bentuk perilaku tertentu yang mendukung keberhasilan perusahaan. Dalam tahap ini diharapkan publik secara nyata mendukung program-program perusahaan. Misalnya publik turut serta dalam menyukseskan kampanye PR atau tetap loyal menkonsumsi produk perusahaan.

Goodwill dan kerja sama dapat terwujud karena ada inisiatif yang dilakukan berulang-ulang oleh PR perusahaan untuk menanamkan saling pengertian dan kepercayaan kepada publiknya. Tujuan menciptakan kerja sama berarti membantu perusahaan dan publik untuk saling beradaptasi satu sama lain. PR adalah upaya-upaya perusahaan untuk menciptakan kerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat.
 

No comments:

Post a Comment