Apa Itu Psikologi Komunikator? - Memahami Psikologi Komunikator - Dunia Public Relations

Terbaru

Friday, December 16, 2016

Apa Itu Psikologi Komunikator? - Memahami Psikologi Komunikator

APA ITU PSIKOLOGI KOMUNIKATOR?
MEMAHAMI PSIKOLOGI KOMUNIKATOR

Psikologi Komunikator - Dalam berkomunikasi seorang Komunikator bisa dipercayai oleh audiens tidak hanya diperlukan kemampuan Ia dalam menyampaikan pesan melainkan juga memerlukan Kredibilitas, Atraksi dan Juga Kekuasaan. Nah kali ini Dunia Public Relations akan menelaah lebih dalam mengenai Apa Itu Psikologi Komunikator? buat teman-teman yang ingin tahu yuk simak terus ulasanya.

PSIKOLOGI KOMUNIKATOR


Dalam berkomunikasi, komunikator tidak boleh hanya memperhatikan kata-kata / pesan yang disampaikan, tetapi ia juga harus memperhatikan keadaan dirinya. Komunikator tidak dapat menyuruh pendengar hanya memperhatikan apa yang ia katakan. Pendengar juga akan memperhatikan siapa yang mengatakan. Kadang-kadang ‘Siapa’ lebih penting dari ‘Apa’.

Aristoteles menyebut karakter komunikator sebagai Ethos. Ethos = faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikator.

Dimensi-Dimensi Ethos

Ethos terdiri atas 3 (tiga) dimensi :
  1. Kredibilitas (Credibility)
  2. Atraksi (Attractiveness)
  3. Kekuasaan (Source power)

1. Kredibilitas (Credibility)
Kredibilitas merupakan seperangkat persepsi komunikan tentang sifat-sifat komunikator. Jadi, kredibilitas mengandung unsur persepsi dan sifat-sifat komunikator. Kredibilitas merupakan masalah persepsi, berarti kredibilitas itu tidak ada pada diri komunikator, tetapi terletak pada persepsi atau gambaran komunikan. Karena itu, kredibilitas dapat berubah-ubah, dapat terjadi atau dijadikan.

Kredibilitas dapat berubah-ubah bergantung pada :
  • Pelaku persepsi (komunikan)
  • Topik yang dibahas
  • Situasi
Pelaku persepsi
Contoh : Seorang dokter umum berbicara tentang kesehatan jantung. Apabila komunikan :
  • khalayak umum (masyarakat) → kredibilitas tinggi
  • Intelektual, pejabat negara → kredibilitas rendah (beda dengan ahli jantung)
Topik yang dibahas
Contoh : Dalam sebuah seminar tentang kesehatan jantung. Pembicara : - Dokter → kredibilitas tinggi
  • Menteri tenaga kerja → kredibilitas rendah
Situasi.
Contoh :
  • Pembicara pada media massa memiliki kredibilitas lebih tinggi daripada pembicara pada pertemuan RT.
  • Ceramah di perguruan tinggi yang berstatus tinggi akan meningkatkan kredibilitas si pembicara, atau sebaliknya pembicara yang dianggap berkredibilitas tinggi akan “jatuh” saat ia bicara pada situasi yang dipandang “kotor” atau ditengah-tengah kelompok yang berstatus rendah.
  • Salahudin Wahid sempat “jatuh” kredibilitasnya karena bersedia menjadi cawapres Wiranto (Golkar).

Ada 2 (dua) jenis persepsi :
  1. Prior Ethos
  2. Intrinsic Ethos
 

2.Atraksi (Attractiveness)

Faktor-faktor yang mempengaruhi atraksi :
  • Daya tarik fisik komunikator
  • Ganjaran
  • Kesamaan
  • Kemampuan

3.Kekuasaan (Source Power)

Menurut Kelman, kekuasaan adalah kemampuan menimbulkan ketundukan. Kekuasaan menyebabkan seorang komunikator dapat “memaksakan” kehendaknya kepada orang lain. 5 (lima) jenis kekuasaan menurut Raven :
  1. Kekuasaan Koersif (coersive power)
  2. Kekuasaan Keahlian (expert power)
  3. Kekuasaan Informasional (informational power)
  4. Kekuasaan Rujukan (referent power)
  5. Kekuasaan Legal (legitimate power) 
" Apa Itu Psikologi Komunikator? - Memahami Psikologi Komunikator "

No comments:

Post a Comment