Contoh Makalah Aplikasi Kode Etik Profesi Humas - Etika Kehumasan

CONTOH MAKALAH APLIKASI KODE ETIK PROFESI HUMAS
ETIKA KEHUMASAN


KODE ETIK HUMAS

Kode perilaku yang ditetapkan dan dapat diterima oleh kelompok profesi yang menjadi pedoman “bagaimana seharusnya” (das sollen) berperilaku dalam menjalankan (das sein) profesi tersebut secara etis. 
Berten K. (1994) mengatakan bahwa kode etik profesi merupakan norma yang telah ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi dan untuk mengarah atau memberikan petunjuk kepada para anggotanya, yaitu bagaimana “seharusnya” (das sollen) berbuat dan sekaligus menjamin kualitas moral profesi yang bersangkutan di mata masyarakat untuk memperoleh tanggapan yang positif. Apabila dalam pelaksanaanya (das sein) salah satu anggota profesi tersebut telah melakukan perbuatan yang menyimpang dari kode etiknya kelompok profesi itu akan tercemar citra dan nama baiknya di mata masyarakat. Pada prinsipnya, kode etik profesi merupakan pedoman untuk pengaturan dirinya sendiri (self imposeb) bagi yang bersangkutan.



Hal ini adalah perwujudan dari nilai etika yang hakiki serta tidak dapat dipaksakan dari pihak luar (Abdulkadir Muhammad, 1997 ;77). Kode etik profesi dapat berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai luhur yang hidup dalam lingkungan profesi tersebut.

Kode etik merupakan perumusan norma moral yang menjadi tolak ukur atau acuan bagi kode perilaku (code of conduct) kelompok profesi bersangkutan. Arti secara umum tentang “etika Profesi” menurut Cutlip, Center, dan Broom tersebut di atas adalah perilaku yang dianjurkan secara tepat dalam bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang pada umumnya dapat diterima oleh masyarakat atau kebudayaan. Jadi, pengertian kode etik menurut para pakar etika moral professional tersebut diatas dapat disimpulkan sebagai kumpulan asas atau nilai moral yang menjadi norma perilaku. Sedangkan arti kode etik profesi, adalah kode perilaku yang ditetapkan dan dapat diterima oleh kelompok profesi yang menjadi pedoman “bagaimana seharusnya” (das sollen) berperilaku dalam menjalankan (das sein) profesi tersebut secara etis. (A. Muhammad, 1997;143).

        Howard Stepheson dalam bukunya "Hand Book of Public Relations" (1971) mengatakan bahwa definisi profesi humas adalah kegiatan humas atau public relation merupakan profesi secara praktis memiliki seni keterampilan atau pelayanan tertentu yang berlandaskan latihan, kemampuan, dan pengetahuan serta diakui sesuai dengan standar etikanya. Pemahaman tetang pengertian kode etik, etik profesi dan etika kehumasan serta aspek-aspek hukum dalam aktivitas komunikasi penting bagi praktisi atau professional PR/Humas dalam melaksanakan peran dan fungsinya untuk menciptakan citra baik bagi dirinya (good performance image) sebagai penyandang professional PR/Humas dan citra baik bagi suatu lembaga atau organisasi (good corporate image) yang diwakilinya


1.      Code of conduct

merupakan kode perilaku sehari-hari terhadap integritas pribadi, klien dan majikan, media dan umum, serta perilaku terhadap rekan seprofesinya.

2.      Code of profession

merupakan standar moral, bertindak etis dan memiliki kualifikasi serta kemampuan tertentu secara profesional.

3.      Code of publication

merupakan standar moral dan yuridis etis melakukan kegiatan komunikasi, proses dan teknis publikasi untuk menciptakan publisitas yang positif demi kepentingan publik.

4.      Code of enterprise

menyangkut aspek hukum perizinan dan usaha, UU PT, UU Hak Cipta, Merk dan Paten, serta peraturan lainnya.
.

KONSEP PENTING ETIKA KEHUMASAN


Menurut G.Sach dalam bukunya The Exent and Intention of PR and Information Activities terdapat tiga konsep penting dalam etika kehumasan sebagai berikut :

1.      The Image : the knowledge about us and the attitudes toward us the our different interest groups have. (Citra adalah pengetahuan mengenai kita dan sikap terhadapat kita yang mempunyai kelompok-kelompok dalam kepentingan yang berbeda).

2.      The Profile : the knowledge about an attitude towards, we want our various interest group to have. (Penampilan merupakan pengetahuan mengenai suatu sikap terhadap yang kita inginkan untuk dimiliki kelompok kepentingan kita beragam).

3.      The Ethiccs is branch of philoshophy : it is a moral philoshophy or piloshophical thinking about morality. Often used as equivalentti right or good. (Etika merupakan cabang dari ilmu filsafat, merupakan filsafat moral atau pemikiran filosofis tentang moralitas, biasanya selalu berkaitan dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan).

Dari penjelasan diatas dapat ditarik suatu pengertian secara umum bahwa citra adalah cara masyarakat memberikan kesan baik atau buruk terhadap diri kita. Penampilan selalu berorientasi ke depan mengenai bagaimana sebenarnya harapan tentang keadaan diri kita, sedangkan bahasan etika merupakan acuan bagi kode perilaku moral yang baik dan tepat dalam menjalankan profesi kehumasan.


KODE ETIK PRSA


PRSA didirikan 4 Februari 1946.  Anggota PRSA harus menjamin untuk melaksanakan etika profesi PR/Humas, sebagai berikut :

·         Memimpin dirinya sendiri baik secara bebas maupun professional dalam menyesuaikan diri dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
·         Menjadi pembimbing bagi seluruh aktifitas anggotanya dengan norma persetujuan umum, kebenaran kebersamaan, ketelitian dan perjanjian yang semestinya dan keterbukaan serta cita rasa yang baik.
·         Mendukung rencana kerja untuk mengembangkan keahlian professional, perencanaan pendidikan dan pelatihan dalam praktik kehumasan.

Anggota PR mempunya kewajiban:

·         Meningkatkan dan memelihara norma luhur dalam memberikan pelayanan social kemasyarakatan.
·         Meningkatkan dan memelihara sikap yang beritikad baik sesame anggota.
·         Humas harusndihargai sebagai profesi yang terhormat di dalam kehidupan masyarakat
·         Memberikan kesempatan kepada masyaarakat untuk mengembangkan kepercayaan dan integritas profesionalnya.



KEWAJIBAN PROFESI KEHUMASAN


Kode standar profesi PRSA secara garis besar memuat ketentuan-ketentuan yang pada dasarnya merupakan kewajiban profesi kehumasan :
·         Landasan atau sikap Humas anggota PRSA
·         Kualifikasi profesi Humas
·         Faktor mempengaruhi perilaku Humas

TUJUAN KODE ETIK HUMAS


Adapun tujuan kode etik humas adalah sebagai berikut:
·         Panduan berperilaku seorang PR terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, baik publik internal atau eksternal.
·         Bentuk tanggung jawab sebagai PR yang dintegrasikan dengan kode etik organisasi yang terkait.
·         Panduan dalam memberi pelayanan terhadap keluhan, ide, kritik, usulan dan ketergantungannya pada organisasi maupun lingkungan.
·         Acuan dalam melayani kesalahpahaman dengan memperhatikan kebenaran dan komunikasi yang etis, benar dan tepat.
·         Standar kualitas dengan memperhatikan realisasi dari tujuan dengan SDM material yang disediakan, sarana / prasarana, dana, waktu.

IPRA (INTERNATIONAL PUBLIC RELATION ASOSIATION) 


Organisasi profesi Humas internasional ini didirikan di London, Inggris tahun 1955, bermarkas di Jenewa, Swiss.   IPRA mengeluarkan kode etik dan etika profesi PR yang berlandaskan pada:
·         The Universal Declaration of Human Right
·         Human Dignity.


TUJUAN DIBENTUKNYA IPRA


Pada dasarnya tujuan dibentuknya IPRA adalah, sebagai berikut:
·         Sarana pertukaran pikiran, ide, gagasan, pengalaman, untuk pengembangan profesi PR yang mencakup wilayah internasional.
·          Media publikasi dari studi bersama.
·         Menyelenggarakan konggres maupun pertemuan internasional yang bertujuan untuk mengembangkan bidang PR dan meningkatkan kualitas fungsi PR dalam taraf internasional.
·         Mengembangkan dan menentukan standar fungsi PR dalam praktek.
·         Mengadakan kegiatan atau aktifitas PR untuk kepentingan para anggota IPRA. 

Kode etik dan kode perilaku bagi PR yang dikeluarkan IPRA mencakup panduan:
·         Integritas Pribadi dan Profesional.  Integritas pribadi berarti terpeliharanya standar moral yang tinggi dan reputasi yang baik.  Profesional berarti ketaatan pada anggaran dasar, peraturan dan khususnya kode etik.
·         Perilaku terhadap klien dan pimpinan.
·         Perilaku terhadap publik dan media massa.
·         Perilaku terhadap rekan se-profesi

PR yang profesional dituntut bekerja secara professional juga sebagi seorang ahli baik secara keilmuan maupun secara tingkah lakunya. Sehingga yang diemban oleh seorang PR profesional adalah bekerja dengan:
·         Kemampuan skill nya
·         Pengetahuannya
·          Pengalamannya

PR Profesioanal juga harus tampil prima, diantaranya:
·         Teman seprofesinya
·          Di kenal oleh media
·         Di kenal oleh kliennya
·          Di kenal oleh atasannya
·         Dan di kenal oleh dunia luar


Perilaku tentang tata aturan keprofesionalan PR di ataur dlam suatu wadah keprofesian dalam PR, yaitu IPRA ataupun PRCA dimana setiap anggota IPRA dan PRCA tunduk kepada aturan yang dikeluarkan oleh asosiasi tersebut. Dimana sistem keanggotannya cukup ketat, artinya bila suatu asosiasi dapat di terima menjadi anggota ini berarti sandar penampilan keprofesionalismeanya sudah tinggi.


" Contoh Makalah Aplikasi Kode Etik Profesi Humas "