Public Relations Tantangan Serta Standar Profesi Humas - Etika Kehumasan - Dunia Public Relations

Terbaru

Sunday, October 23, 2016

Public Relations Tantangan Serta Standar Profesi Humas - Etika Kehumasan

PUBLIC RELATIONS TANTANGAN SERTA STANDAR PROFESI HUMAS

PROFESIONALISME PUBLIC RELATIONS

Definisi PR


Public Relations adalah proses komunikasi dua arah yang bertujuan untuk mencapai opini publik sesuai dengan keinginan perusahaan/organisasi, terciptanya kepercayaan di masyarakat, adanya saling pengertian antara perusahaan/organisasi dengan publiknya, menumbuhkan citra positif di masyarakat.

Fungsi, Tugas dan Tujuan Public Relations 

\Public Relations Tantangan Serta Standar Profesi Humas - Etika Kehumasan

Ø  Fungsi Public Relation 
Public Relation merupakan bagian dari organisasi yang berfungsi untuk menjaga dan membina hubungan baik antara instansi dengan masyarakat umum atau publik beserta dengan konsumenya. Public Relation  juga menjaga hubungan baik internal perusahaan, yaitu mencoba menjaga hubungan baik  antara semua pegawai  kerja dan karyawan baik dari top manajemen hingga pegawai dengan status pangkat paling rendah di perusahaan tersebut. Fungsi dasar dari  Public Relation  adalah membentuk dan membina hubungan baik, dengan terciptanya hubungan yang baik maka, akan terciptalah kinerja dan kualitas kerja yang baik guna mencapai keuntungan bagi inst itusi tersebut. Dalam  Elvinaro&  Soemirat  (2003 : 87) 
Ø  Tugas Public Relations
Tugas  Public Relation  adalah sinkornisasi  antara informasi dari perusahan dengan reaksi dan tanggapan publik sehingga mencapai suasana akrab, saling mengerti, dan muncul suasana yang menyenangkan dalam interaksi perusaahaan  dengan publik. Penyesuaian yang menciptakan hubungan yang harmonis dimana satu sama lain saling memberi dan menerima hal-hal yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. 
Ø  Tujuan Public Relations
Pada  dasarnya tujuan setiap perusahaan adalah memperoleh laba yang maksimal, dan ini hanya dapat dicapai apabila perusahaan cukup berhasil dalam menjalankan kegiatanya. Adapun  tujuan dilaksanakanya Public Relation adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kegiatan perusahaan dengan cara mengembangkan sikap saling menghargai dan memperoleh opini publik yang mendukung atau menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan kedalam maupun keluar. 

Tantangan bagi seorang Public Relations

Tantangan yang sering dihadapi oleh profesi public relations. Adapun tantangan-tantangan yang sering dihadapi oleh seorang Public Relations adalah sebagai berikut :
1.      Pertumbuhan Teknologi Komunikasi
Tidak bisa dipungkiri, pertumbuhan Teknologi Komunikasi yang semakin pesat, menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Public Relations. Pertumbuhan Teknologi Komunikasi ini berdampak pada penyebaran informasi baru yang semakin cepat dan luas. Anda sebagai seorang Public Relations harus mampu beradaptasi sekaligus mengaplikasikan budaya baru berbasis digital dan virtual yang semakin lama semakin berkembang.
2.      Pengaruh Media Masa
Media Massa memiliki kemampuan untuk membangun citra di benak publik serta mampu membentuk pendapat dan persepsi mereka. Media melalui isi pesan melaksanakan strategi pembingkaian, yang menyoroti aspek-aspek tertentu dan mengabaikan aspek-aspek lain dalam memandang kenyataan. Dari sini, Anda sebagai Public Relations harus bisa mengimbangi berita-berita yang muncul ke permukaan publik dan memberikan counter berupa berita tandingan, apabila berita yang diberitakan oleh media telah menyudutkan dan merugikan perusahaan anda.
3.      Tingkat Pendidikan, Kelas Sosial, Demografi dari khalayak yang berbeda-beda
Keinginan publik yang semakin beragam, serta banyaknya permintaan-permintaan publik yang belum bisa dipenuhi oleh perusahaan, juga menjadi tantangan bagi seorang Public Relations. Public Relations harus mampu menyeragamkan informasi untuk publiknya, dengan memberikan edukasi, program-program PR, serta tanggung jawab social yang baik agar bisa mendapatkan kepercayaan dari publik.
 

Standar Profesional Public Relations


            Standar komitmen yang tinggi atas etika dan sikap profesionalisme bagi para praktisi akan membedakan praktisi PR dengan tenaga terlatih lainnya. Kemudian akan menjadikan profesi PR mempunyai nilai lebih dalam pelayanan public interest. Landasannya adalah :
1.      Professional ethics
Pelaku yang profesional didasarkan pada niat baik, merasa diawasi dan dinilai jika melawan kode pelaku. Perasaan ini dapat terwujud, karena dipaksa melalui interpretasi nyata bagi mereka yang menyimpang dari penampilan standar yang diterima.
2.      The Imperative Of Trust
Hubungan public atau pimpinan lembaga dengan PR berbeda dengan hubungan mereka dengan penyedia jasa lainnya. Perbedaan dipusatkan pada hubungan berlandaskan kepercayaan . sewaktu pimpinan mencari jasa profesional mereka menempatkan dirinya bukan hanya pikirannya dalam suatu resiko. Karena itu pimpinan atau public telah memasuki sebuah hubungan saling percaya, sehingga diharuskan untuk bertindak sebaik mungkin.
3.      Profesional Privilege
Profesional Privilege (hak istimewa) para profesional PR berpondasi pada kepercayaan, keyakinan, dan prilaku yang baik dari public maupun dari sesama profesional. Untuk melindungi hak masing-masing dalam posisinya di masyarakat, para praktisi membuat kode etik dan standardisasidalam praktek.
4.      Social Responbility
Para profesi PR juga harus dapat memenuhi kewajiban moral dan harapan dalam masyarakat. Masalah ini penting diperhatikan karena pada dasarnya kegiatan PR memiliki pengaruh yang kuat dalam masyarakat, terutama apabila menjalankan fungsinya secara efektif.

      Terdapat salah satu praktisi PR yaitu Magdalena Wenas. Magdalena Wenas, praktisi kehumasan atau public relations yang juga merupakan Chief Executive Officer (CEO) M-PR Consultant di Jakarta. Beliau juga merupakan Sekretaris Jenderal Public Relations Society of Indonesia (PRSI)
Menurut beliau, keberadaan PR menjadi sangat vital karena setiap korporasi menginginkan citra (image) yang baik di masyarakat. Bahkan organisasi apapun, termasuk partai politik sekalipun membutuhkan citra yang baik di masyarakat. Semua berupaya membangun citra positif tentang perusahaan atau organisasinya.

Citra yang baik antara perusahaan dengan masyarakat akan tercipta dengan adanya komunikasi yang baik antara korporasi dengan masyarakat. Beberapa tahun belakangan, kata lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini masih sering terjadi miskomunikasi, sehingga perlu komunikasi terpadu antara korporasi dan masyarakat.


Dengan adanya PR juga akan tercipta mutual understanding atau saling pengertian antara korporasi dengan masyarakat. Perubahan paradigma dari kepentingan korporasi atau kelompok tertentu kepada kepuasan konsumen yang dalam hal ini harus diperhatikan perusahaan. 

KESIMPULAN

Seorang PR yang profesional adalah seseorang yang mengetahui tugas dan tanggung jawab nya sebagai seorang PR, yang juga berfungsi untuk menjaga dan membina hubungan baik antara instansi dengan masyarakat umum atau public. Seorang PR juga harus mampu menghadapi setiap permasalahan yang terjadi didalam perusahaannya, sehingga dapat membangun kembali citra yang baik dalam perusahaan tersebut dan Magdalena Wenas telah membuktikan sebagai salah satu praktisi PR professional Indonesia ( Aprilita | 2016 )


" Public Relations Tantangan Serta Standar Profesi Humas "

No comments:

Post a Comment