Potret Komunikasi di Era Globalisasi - Studi Kasus Pengantar Komunikasi - Dunia Public Relations

Terbaru

Monday, October 10, 2016

Potret Komunikasi di Era Globalisasi - Studi Kasus Pengantar Komunikasi

POTRET KOMUNIKASI DI ERA GLOBALISASI
STUDI KASUS PENGANTAR KOMUNIKASI




Kemajuan teknologi merupakan suatu hal yang terlihat dari perkembangan secara globalisasi. Kemajuan teknologi dan komunikasi pada masa sekarang ini mempermudah setiap orang untuk kehidupannya. Globalisasi merupakan sebuah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya dalam menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. 

Istilah globalisasi pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt tahun 1985 yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan. Menurut sejarahnya, akar munculnya globalisasi adalah revolusi elektronik dan disintegrasi negara-negara komunis. Revolusi elektronik melipatgandakan komunikasi, transportasi, produksi, dan informasi. Disintegrasi negara-negara komunis yang mengakhiri perang dingin memungkinkan kapitalisme barat menjadi satu-satunya kekuatan yang memangku hegemoni global.



PERKEMBANGAN KOMUNIKASI SECARA GLOBAL




Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental. Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:

  • lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan;
  • lembaga keagamaan;
  • indutri internasional dan lembaga perdagangan;
  • wisata mancanegara;
  • saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
  • lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
  • lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.


Komunikasi global adalah kemampuan untuk menyediakan dan mengakses informasi melalui berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memang sudah dirasakan oleh setiap masyarakat. Komputer, faksimile, telepon genggam, siaran televisi yang global serta satelit telah mempercepat aliran informasi sampai internasional. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi.

Tujuan utama perkembangan teknologi adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan. 

Dampak buruk dari perkembangan dunia maya ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa setiap orang ke dunia bisnis yang revolusioner karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi.

Dari tahun ke tahun terjadi perubahan-perubahan yang sangat besar dalam bidang informasi dan teknologi. Pada dasarnya informasi merupakan sebuah pesan, baik pesan secara fakta maupun opini dalam hubungan saling pengaruh antara pemberi pesan dan penerima pesan. Akan tetapi sekarang kebutuhan informasi khalayak dunia tidak lagi fakta yang akurat dan aktual melainkan penyajian yang cepat. 

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GLOBALISASI BAGI KOMUNIKASI

Cepatnya perubahan dibidang informasi itu didukung oleh perkembangan kemajuan teknologi informasi. Menurut sumber yang saya baca bahwa perkembangan teknologi informasi yang maju kearah globalisasi komunikasi cenderung berpengaruh terhadap tingkat peradaban manusia. Telah kita sadari bahwa perkembangan teknologi informasi pada dekade akhir ini perkembang sangat pesat, dan telah menimbulkan banyak dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif terhadap tata kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia dan tidak menutup kemungkinan bahwa untuk masa mendatang teknologi informasi akan terus berkembang dan menjadi kuat, lebih mudah dicapai, lebih beraneka ragam dan kemajuan itu lebih bersifat mobile. 

Dampak positif dari sebuah komunikasi teknologi dan informasi:

  • Memperjelas suatu wacana pada wacana yang masih simpang siur;
  • Menambah nilai-nilai baru dalam masyarakat karena Komunikasi dapat menjadi sebuah alat sosialisasi publik;
  • Komunikasi masa memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia;
  • Pengetahuan masyarakat bertambah tentang informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya;
  • Komunikasi masa memberikan hiburan, karena dengan melihat berita-berita ringan atau melihat tayangan-tayangan hiburan dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.
Dampak negative dari sebuah komunikasi dan teknologi:

  • Tidak adanya nilai, norma dan budaya dalam masyarakat;
  • Adanya suatu peristiwa yang tidak baik yang ditampilkan dalam sebuah media mampu untuk menjadikan pengguna media baru berlaku tidak baik;
  • Akan ada ketergantungan pada media massa apabila pengguna memakai media sebagai saluran untuk mencari informasi.


Masuknya informasi akan membawa dampak sosial dalam kehidupan masyarakat, informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilan keputusan, informasi memiliki kekuatan, baik yang membangun maupun yang merusak. Dalam menanggapi informasi tergantung pada kemampuan penerima untuk memanfaatkan secara proporsional. 

Jadi pada dasarnya informasi mempunyai kekuatan, baik membangun atau merusak itu tergantung kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi itu secra proporsional. Globalisasi informasi dan komunikasi memberikan dampak yang sangat besar dalam semua aspek kehidupan, baik itu dampak yang positif maupun dampak negatif. 

Terutama pada aspek kebudayaan, dengan adanya globalisasi informasi dan komunikasi ini kebudayaan masyarakat indonesia menjadi tidak seperti semula, globalisasi telah menghilangkan nilai-nilai yang terdapat didalamnya, globalisasi juga telah mengubah masyarakat indonesia menjadi masyarakat yang menyukai sesuatu yang instan.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DARI MASA KE MASA


Sejak jaman dahulu manusia telah menciptakan berbagai alat dalam melakukan komunikasi khususnya media komunikasi jarak jauh untuk mendapatkan informasi atau tujuan lainnya tanpa perlu mendatangi langsung ke tempat tujuan untuk mengetahui informasi tersebut. 

Pernahkah kamu bayangkan, apa jadinya jika sejarah perkembangan komunikasi sama sekali tidak pernah terjadi? Bagaimana caranya seseorang menyampaikan keinginannya terhadap sesuatu kepada orang lain jika keberadaan komunikasi tidak pernah hadir. Rasanya, sulit sekali membayangkan hal tersebut, bukan?

Untung saja, manusia sebagai mahluk sosial yang memiliki keunggulan akal dibanding mahluk Tuhan lainnya memiliki cara pintar untuk saling memahami satu sama lain. Ya, komunikasi. Sejarah perkembangan komunikasi terus mengalami perubahan di setiap masa. Mulai zaman prasejarah hingga era modern seperti saat ini. Langsung saja ini merupakan sejarah perkembangan alat komunikasi dari masa ke masa yang telah diciptakan manusia untuk mendapatkan informasi yang lebih mudah dan maksimal.

1. Merpati Pos

Merupakan alat komunikasi dengan menggunakan burung merpati sebagai mengantar surat atau pesan, Merpati dipilih karena burung ini pintar, memiliki daya ingat kuat, kemampuan navigasi dan naluri alamiah untuk kembali ke sarang, metode ini berasal dari orang-orang Persia yang melatih burung-burung merpati.

Pertama kali digunakan oleh Sultan Bagdad, Nuruddin (1416) untuk mengirimkan pesan sekitar kerajaannya. Orang Romawi menggunakan merpati pos untuk mengirim pesan kepada pasukan militernya. Orang Yunani memberitahukan pemenang olimpiade melalui merpati pos. Pada masa perang dunia pertama (1914-1918) pun pasukan Amerika menggunakan merpati pos untuk komunikasi.

2. Telegraf


Telegraf merupakan alat untuk mengirim dan menerima pesan dari jarak jauh. Alat ini ditemukan oleh seorang warga Amerika, Samuel F.B. Morse bersama asistennya Alexander Bain pada tahun 1837. Pesan pertamanya dikirim pdaa 6 Januari 1838. pesan yang dikirimkan oleh perator menggunakan kode morse. Pesan ini sering dinamakan pesan kabel atau kawat. Media ini sangat efektif dan dulu menjadi primadona meskipun yang bisa mengirim dam menerima hanyalah orang yang paham kode Morse.

Untuk keperluaan peperangan, media ini sangat diperlukan agar pesan rahasia tetap terjaga. Pesan ini pun diistimewakan karena umumnya pesan tersebut adalah pesan penting. Perkembangan selanjutkan, media ini melahirkan media baru seperti teleprinting dan faksimile. 

Di Indonesia pemanfaatan telegraf dimulai sejak saluran telegraf pertama dibuka 23 Oktober 1855, oleh Pemerintah Hindia Belanda. Telegraf pun dapat dirasakan masyarakat di 28 kantor telegraf. Tidak hanya menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor), telegraf pun bisa menghubungkan Jakarta dan Singapura, Jawa dan Australia.

3. Telephone

Penemuan telepon dipicu oleh permintaan penggunaan telegraf yang semakin berkembang dan meningkat. Telephon pun ditemukan pada sekitar tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell. Di Indonesia telephon lokal pertama digunakan sejak 16 Oktober 1882 yang diselenggarakan pihak swasta. 

Jaringan telephon pertama ini menghubungkan Gambir dan Tanjung Priok (Batavia). Selanjutnya jaringan telephon dibuat di kota-kota besar lainnya. Tahun 1906, perusahaan jaringan telephon diambil alih dan dikelola Pemerintah Hindia Belanda melalui PTT (Post, Telegraf, Tetephon) Dienst.

Seiring perkembangan, kebutuhan telekomunikasi meningkat jaringan telekomunikasi pun diperluas. Tahun 1967 PT Indosat (Indonesia Satelite Corporation) mulai membangun jaringan telephon gelombang mikro. Dimulai dengan jaringan Trans Sumatra dan Indonesia Timur. Selanjutnya, tahun 1976, satelit Palapa A-1 diluncurkan sehingga mengungkinkan jaringan telephon Indonesia meluas hingga mencapai luar negara.

4. Telegram


Telegram baru dipopulerkan pada tahun 1920-an. telegram barisi kombinasi kode yang ditransmisikan oleh telegraf. Telegram ini tarif mengirimannya lebih murah dari telephon, meskipun tarifnya dihitung berdasarkan jumlah karakter termasuk tanda baca. Namun waktu yang dibutuhkan pun sangat singkat, kurang dari satu hari, tidak seperti surat. 

Di Indonesia, telegram dipopulerkan oleh perusahaan Telkom. Ada dua jenis telegram, telegram biasa dan indah. Tetegram biasa berwarna biru muda, sedangkan telegram indag biasa dikirmkan pada hari-hari khusus seperti hari raya ratau tahun baru

5. Pager

Pager atau radia panggil merupakan alat telekomunikasi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Sekarang mungkin sudah jarang ditemukan, tetapi alat ini masih sering dipakai untuk orang-orang yang bergerak dibidang jasa seperti jasa informasi dari kesehatan. Pager ditemukan tahun 1956 oleh Multitone Electronic di Rumah Sakit St. Thomas London oleh dokter-dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat. Sejak itu pager semakin berkembang.

Sebelum telephon seluler berkembang, pager digunakan sebagai pengganti untuk layanan telephon lokal dan internasional. Di Indonesia pager muncul sebelum tahun 1997. pelanggannya mencapai 800.000. Namun karena harga perangkat yang terus menerus melambung pelanggan pun perlahan menurun. Apalagi telah munculnya teknologi telephon seluler.

6. Surat Eletronik (E-mail)

Merupakan sarana mengirim surat melalui jaringan komputer, misalnya internet. Surat elektronik mulai dipakai pada tahun 1960-an. Saat itu internet belum terbentuk, tetapi surat terkirim melalui jaringan yang berbentuk dari kumpulan “mainframe”. Mulai tahun 1980-an mulai bisa dipakai oleh umum.

7. Internet

Rangkaian yang membentuk iuternet (kependekan dari interconnected-networking) diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET. Rangkaian ini dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Tahun 1983. ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya dari NCP ke TCP/IP, yang merupakan awal dari internet yang kita kenal. Di Indonesia, sejarah internet dimulai pada awal tahun 1990-an.

Tahun 1992 hingga 1994, beberapa nama muncul diawal pembangunan internet salah satu diantaranya Onno W. Purbo. Tahun 1994 IndoNet menjadi ISP (Internet Serveci Provider) komersial pertama di Indonesia. Saat ini pihak Pos dan Telekomunikasi belum melihat celah bisnis internet. Mulai 1995 mucul jasa akses Telnet ke luar negeri, sehingga pemakai internet di Indonesia bisa mengakses internet (HTTP)

8. Telepon Genggam

Penemuan telephon genggam tak terlepas dari perkembangan radio. Berawal pada tahun 1921, Departemen Kepolisian Detroit Michigan mulai menggunakan telephon mobil satu arah. Kemudian tahun 1940, Galvin Manucfatory Corporation (sekarang Motorola) mengembangkan Handle-talllkle SCR536 untuk keperluan komunikasi di medan perang saat perang Dunia II. Namun, penemuan telephon genggam yang sebenarnya terjadi pada tahun 1973 oleh Martin Cooper dari Matorola Corp. telephon ini kemudian dikenal sebagai telephon genggam generasi pertama atau 1G. dari model inilah kemudian muncul telephon genggam berikutnya.

Tahun 1990-an generasi kedua atau 2G muncul dengan teknologi GSM dan CDMA. Teknologi ini dilengkapi dengan pesan suara, panggilan tunggu dan sms (short message service). Ukuran dan berat yang lebih kecil menjadi unggulan teknologi ini. Kini, teknologi telephon genggam sudah mencapai generasi ketiga (3G) dan keempat (4G). teknologi ini memberikan jangkauan yang lebih luas lagi termasuk internet. Fitur telephon seluler pun bahkan mendekati fungsi PC. 

Bahkan untuk teknologi 4G memiliki heterogenitas jaringan hingga memungkinkan pengguna menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja. di Indonesia, teknologi telephon genggam pertama kali hadir pada tahun 1984 berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT).

Telephon genggam pun mulai beredar tahun 1985-1992, tetapi dengan bentuk yang masih besar dan berat. Tahun1993, PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital GSM (Global System for Mobile) yang dimulai di dua pulau, Batam dan Bintan. Setahun kemudian (1994) operator GSM pertama di Indonesia beroerasi melalui PT Satelindo. Selanjutnya mulai bermunculan operator GSM lainnya.

9. Pesan Instan (Instant Messaging)


Merupakan sebuah teknologi internet di mana para pengguna jaringan internet dapat mengirimkan pesan-pesan singkat pada saat yang bersamaan (real time). Istilah pesan instan ini mengacu pada teknologi yang dipopulerkan oleh America Online (AOL), kemudian diikuti Yahoo! (Yahoo Massenger), Google dan Microsoft (Windows Live Messenger). 

Bermula ketika orang-orang marak menggunakan teknologi secara online awal tahun 1990. para pengembang peranti lunak menciptakan software chat room, yakni suatu grup atau perseorangan bisa mengirimkan pesan kepada setiap orang di 'room' tersebut. Tahun 1996, pesan instan ini meledak saat diperkenalkan ICQ, sebuah pesan gratis. Namun AOL, menjadi pionir dalam kemunitas online pada tahun 1997, karena AOL bisa memberikan kemampuan pengguna berkomunikasi dalam waktu yang sama. Dari sinilah semakin berkembang perusahaan-perusahaan lainnya yang menciptakan mesin pesan instan.

10. Mobile Chat Messenger


Hampir sama seperti pesan instan, namun diaplikasikan kedalam sebuah handphone atau smartphone yang berteknologi tinggi. Ini bisa menggantikan penggunaan layanan SMS yang lebih komplit disertai dengan fitur-fitur menarik dan notifikasi. Ada banyak sekali aplikasi chat yang sangat terkenal, sebagai contoh Blackberry Messenger, Whatsapp, Ebuddy, Mig33, Nimbuzz dan masih banyak sekali yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

STUDI KASUS DAMPAK KOMUNIKASI DI ERA GLOBALISASI DALAM SILATURAHMI


Pada zaman sekarang ini terutama setelah memasuki abad 21 perkembangan teknologi terasa luar biasa terutama yang berhubungan dengan telekomunikasi dan informasi ,maka alur informasi pun juga tanpa hambatan. Untuk itu dalam mengantisipasi pengaruh budaya luar yang negatif atau tidak sesuai dengan ideologi bangsa indonesia , maka diperlukan penyaringan/filter. 

Sistem penyaringan bisa dilakukan dengan cara menanamkan nilai - nilai nasionalisme terhadap anak-anak bangsa sejak dini baik formal maupun non formal , secara formal tentu di lakukan di sekolah-sekolah sedangkan secara non formal dilakukan di keluarga dan masyarakat. Bila tidak dilakukan penyaringan yang baik dikhawatirkan berdampak buruk terhadap perilaku kehidupan bermasyarakat. 

Hal ini dikarenakan, perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan. Masyarakat di seluruh dunia telah mampu berinteraksi dan memperoleh informasi dalam waktu singkat berkat teknologi komunikasi dan informasi yang mengalami perkembangan yang sangat luar biasa.


Perubahan budaya lokal dan sosial akibat revolusi teknologi informasi dan komunikasi ini tidak dapat dielakkan. Masyarakat perkotaan yang memiliki akses terhadap informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya global itu. Hal ini akan berdampak dengan tatanan kehidupan beragama dan bermasyarakat. Karena tidak semua budaya-budaya luar/barat dapat diterima dalam kehidupan beragama maupun masyarakat.


Dengan semakin mudahnya masyarakat kota berinteraksi satu sama lain maka diantara mereka akan mengikis budaya silaturahmi "face to face". Karena semuanya bisa dilakukan lewat teknologi komunikasi, sebut saja telepon, atau bahkan bisa menggunakan video conference untuk dapat saling bertatapan. Budaya silaturahmi sekarang yang masih kental dilakukan setiap setahun sekali pada waktu idul fitri atau istillah jawanya riyaya yang pada masyarakat dulu dilakukan setiap ada waktu bisa sebulan sekali, seminggu sekali bahkan bisa tiap hari bersilaturahmi itu dikarenakan sarana teknologi informasi dan komunikasi sangat terbatas. 

Keterbatasan sarana komunikasi tanpa kita sadari mempunyai efek yang positif karena dengan keterbatasan tersebut maka akan terjadi interaksi secara langsung (silaturahmi) tercipta suasana keakraban selain itu informasi yang sifatnya menghasut bisa diredam , dengan demikian tercipta suasana yang hangat dan damai.


KESIMPULAN STUDI KASUS

  • Kemajuan teknologi yang sangat memudahkan kita dalam hal mendapatkan informasi harus kita sikapi dengan bijaksana agar kita dapat memilah-milah kapan kita berkomunikasi dengan bantuan teknologi kapan kita harus bersilaturahmi sehingga budaya tersebut tidak hilang tapi kita juga bisa efektif untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.
  • Arus informasi yang kita terima melalui teknologi harus kita saring sehingga informasi yang kita konsumsi yang baik buat kita.

Solusi:

Dengan adanya smartphone kita bisa mengetahui nama pengirim dan nomor telephone dari massage yang masuk serta lebih cepat kita terima, hal itu berbanding terbalik jika masih menggunakan merpati pos, telegraf, old telephone, telegram, dan pager.

Inti :

Dengan adanya kemajuan teknologi, alat komunikasi yang lama tidak lagi di pergunakan utnuk saat ini semenjak ada smartphone.

" Potret Komunikasi Di Era Globalisasi "


No comments:

Post a Comment