Peran Sosial Media Pada New Media - Stdudi Kasus Selfie & Smartphone - Dunia Public Relations

Terbaru

Monday, October 10, 2016

Peran Sosial Media Pada New Media - Stdudi Kasus Selfie & Smartphone

PERAN SOSIAL MEDIA PADA NEW MEDIA
STUDI KASUS SELFIE & SMARTOHONE

BAB I
PEMBAHASAN


Instagram 

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri.[4] Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera pada peranti bergerak.

Instagram dapat digunakan di iPhone, iPad atau iPod Touch versi apapun dengan sistem operasi iOS 7.0 atau yang terbaru,[1] telepon genggam Android apapun dengan sistem operasi versi 2.2 (Froyo) ke atas, dan Windows Phone 8. Aplikasi ini dapat diunggah melalui Apple App Store dan Google Play.

Instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata "insta" berasal dari kata "instan", seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan "foto instan". Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata "gram" berasal dari kata "telegram" yang cara kerjanya untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. 

Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan Internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena itulah Instagram merupakan lakuran dari kata instan dan telegram. pada tanggal 9 April 2012, diumumkan bahwa Instagram akan diambil alih oleh Facebook senilai hampir $1 miliar dalam bentuk tunai dan saham.

Kegunaan utama dari Instagram adalah sebagai tempat untuk mengunggah dan berbagi foto-foto kepada pengguna lainnya. Foto yang ingin diunggah dapat diperoleh melalui kamera iDevice ataupun foto-foto yang ada di album foto di iDevice tersebut.

Ponsel Cerdas 

Ponsel Cerdas (bahasa Inggris: smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan pengunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang menentukan arti ponsel cerdas. Bagi beberapa orang, ponsel cerdas merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, ponsel cerdas hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baik sebagaimana jadi maupun dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan kata lain, ponsel cerdas merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon.

Pertumbuhan permintaan akan alat canggih yang mudah dibawa ke mana-mana membuat kemajuan besar dalam pemroses, ngingatan, layar dan sistem operasi yang di luar dari jalur telepon genggam sejak beberapa tahun ini.

Belum ada kesepakatan dalam industri ini mengenai apa yang membuat telepon menjadi “pintar”, dan pengertian dari ponsel cerdas itu pun berubah mengikuti waktu. Menurut David Wood, Wakil Presiden Eksekutif PT Symbian OS, "Ponsel cerdas dapat dibedakan dengan telepon genggam biasa dengan dua cara fundamental, yakni bagaimana mereka dibuat dan apa yang mereka bisa lakukan." Pengertian lainnya memberikan penekanan perbedaan dari dua faktor ini

Ponsel cerdas pertama dinamakan Simon; dirancang oleh IBM pada 1992 dan dipamerkan sebagai produk konsep tahun itu di COMDEX, sebuah pameran komputer di Las Vegas, Nevada. Ponsel cerdas tersebut dipasarkan ke publik pada tahun 1993 dan dijual oleh BellSouth. Tidak hanya menjadi sebuah telepon genggam, ponsel cerdas tersebut juga memiliki kalender, buku telepon, jam dunia, tempat pencatat, surel, kemampuan mengirim dan menerima faks dan permainan. Telepon canggih tersebut tidak mempunyai tombol-tombol. Melainkan para pengguna

BAB II
STUDY KASUS

Selfie & Smartphone

Di era modern saat ini tidak dapat dipungkiri setiap remaja memiliki smartphone atau gadget dan pastinya didalam terdapat aplikasi media sosial salah satunya instagram. Instagram memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dari adanya instragram meningkatkan aspek ekonomi. Lewat instgram perkembangan online shop sangat pesat. Bagi kaum perempuan dan remaja sangat menyukai dengan kehadiran online shop. 

Tidak perlu keluar tenaga banyak untuk dapat menemukan yang diinginkan. Banyak orang telah membuktikan kemudahan dalam belanja online shop. Untuk masalah fashion, semakin banyak model- model baju. Pengguna instagram juga akan bergaya dengan style baju yang menurutnya keren untuk berfoto dan akhirnya diunggah ke instagram. Dampak negatif adanya instagram masalah sosial. 

Remaja akan lebih keasyikan dengan instagram daripada berinteraksi dengan orang lain. Remaja akan lebih suka mengabadikan moment atau kejadian. Sehingga remaja akan sering berselfie bersama temannya daripada berdiskusi membicarakan persoalan kampus atau tugas- tugas sekolah. Tidak hanya itu dengan adanya online shop juga akan lebih meningkatkan pengeluaran. Para penikmat online shop hanya duduk dan menggunakan smartphonenya dan menunggu kiriman barang pesanannya datang. 

Dengan gaya hidup seperti itu membuat orang malas. Tetapi semuanya hanya tergantung dari diri sendiri seseorang dalam menyikapi persoalan kemajuan teknologi yang ada. Jika kita hanya sebagai penikmat saja tanpa memilah- milah kemajuan yang ada maka kita akan sangat mudah terpengaruh dan terkena dampak negatif dari kemajuan yang ada tersebut.


BAB III
PROBLEM SOLVING

Latihan Mawas Diri

Ingat, kan, salah satu faktor penyebab munculnya negative self-images adalah diri sendiri. Makanya, cara yang satu ini harus benar-benar datang dari dalam diri kita. Kita pun harus berkomitmen untuk mawas diri. Enggak gampang ikut-ikutan sama hal-hal buruk. Caranya, ubah cara berpikir kita. Enggak segala sesuatu yang dianggap keren, misalnya nongkrong di pinggir jalan, adalah sesuatu yang benar-benar keren.

Cara Mengatasi Dampak Ponsel Pintar Berlebihan


1. Kurangi Pemakaian Smartphone Secara Bertahap
Ponsel dan smartphone tetaplah benda yang sangat berguna sehingga tidak mungkin untuk tidak menggunakannya sama sekali. Bahkan tiba-tiba tidak memakai smartphone dari yang semula kecanduan bisa lebih merusak secara psikologis. Untuk melawan kecanduan, Cooper menyarankan untuk mematikan handset beberapa menit sehari, kemudian lebih lama pada hari-hari berikutnya.

2. Tahu Tempat Menggunakan Ponsel
Seseorang harus tahu dan menyadari kapan harus tidak menggunakan ponsel. Seperti saat sedang berkendara, karena bisa memecah konsentrasi dan berujung pada kecelakaan. Atau mungkin pada acara-acara resmi, meeting atau pertemuan penting.

3. Perbanyak Berbicara Secara Langsung
Esensi perbincangan di dunia nyata tak dapat digantikan dengan obrolan via ponsel atau berkirim pesan. Bertatap muka memberi lebih banyak pemahaman terhadap apa yang dirasakan lawan bicara dan bagaimana respon yang tepat. Komunikasi dengan banyak melibatkan bahasa tubuh dan hubungan yang nyata tak akan terjadi hanya dengan percakapan via ponsel.

4. Sering Olahraga
Banyak-banyaklah berolahraga dan tinggalkan ponsel Anda. Olahraga bisa membuat perasaan senang dan mengobati depresi yang mungkin terjadi akibat penggunaan smartphone yang berlebihan.

5. Ukurlah Pemakaian Ponsel
Seorang pengguna ponsel mungkin tidak menyadari betapa banyak waktu yang mereka pakai untuk menggunakannya dan apa saja yang telah mereka lewatkan. Padahal momen terbaik terjadi di dunia nyata, seperti serunya berbincang-bincang bersama orang-orang terdekat.

6. Gunakan dengan bijaksana
Ponsel tidak dapat dibantah bermanfaat bagi kehidupan. Misalnya, banyak aplikasi yang berguna untuk membantu hidup lebih baik atau sebagai sarana berkomunikasi dengan rekan yang jauh. Tapi menurut Cooper, alangkah baiknya untuk menggunakan ponsel dengan bijaksana sampai dalam taraf tidak mengganggu kehidupan sosial pengguna.

BAB IV
KESIMPULAN


Selfie merupakan sebuah tren yang dimulai sejak awal tahun hingga sampai sekarang ini. Ini adalah suatu fenomena yang membuat setiap orang, bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh penjuru dunia, berlomba-lomba untuk memamerkan potret dirinya yang terbaik.

Memang bisa dibilang selfie dapat menjadi sangat menyenangkan, memotret diri sendiri dengan gaya yang mempesona lalu menyebarkannya di media sosial untuk diperlihatkan kepada orang lain. Namun siapa sangka bahwa rupanya terdapat beberapa efek yang berdampak buruk bagi Anda jika terlalu sering melakukan selfie.

" Peran Sosial Media Pada New Media "

No comments:

Post a Comment