Paper Delay Lion Air Terkait Penyebaran Informasi Humas - Etika Kehumasan - Dunia Public Relations

Terbaru

Monday, October 10, 2016

Paper Delay Lion Air Terkait Penyebaran Informasi Humas - Etika Kehumasan

PAPER DELAY LION AIR TERKAIT PENYEBARAN INFORMASI HUMAS


A. Uraian Permasalahan

Terjadi delay atau keterlambatan penerbangan pada maskapai penerbangan Lion Air yang menyebabkan penumpang terlantar selama berjam-jam hingga membuat penumpang yang terlantar sempat mengamuk, ini bukan kali pertama maskapai ini mengalami delay berkepanjangan tercatat sepanjang Oktober 2013 hampir di seluruh rute penerbangan Lion Air mengalami delay seperti Rute Jakarta-Padang, Jakarta-Pangkal Pinang yang kerap mengalami hal tersebut.

Hal ini sangat menurukan kredibilitas dan juga citra perusahaan bahkan Maskapai tersebut sempat dijuluki “Maskapai yang sering mengalami delay” . Hal ini selain menuruka citra juga akan berdampak pada penurunan laba perusahaan nantinya karena turunya kredibilitas akan mengakibatkan sepinya penumpang, selain itu seringnya delay juga menyebabkan sering terjadinya pengembalian uang tiket (refud) untuk tiket pesawat yang mengalami delay tersebut dan ini mengakibatkan kerugian yag cukup besar.

Dari beberapa data yag saya peroleh dari sumber refrensi terpercaya, permasalahan-permasalahan yang dialami oleh Maskapai milik Rusdi Kirana tersebut adalah sbb:

  1. Delay selama 8 jam Jakarta-Padang & Jakarta-Pangkal Pinang, Oktober 2013
  2. Delay selama 12 jam di Bandara Soekarno Hatta di semua rute penerbangan 17/Oktober/2013
  3. Kasus Pengembalian uang tiket (refund) yang lelet hingga menyebabkan kericuhan di bandara Soekarno Hatta 02 Februari 2015
  4. Delay berkepanjangan mengakibatkan Lion Air menjadi Bulan-bulan Netize dengan mengganti tagline dari “make people fly” menjadi “make people cry”
  5. Hingga berbuntut pada Kementrian Perhubungan yang ikut terkena imbas karena kekecewaa Netizen.
  6. Menjadi Trending Topic kasus hangat di sejumlah media cetak, online dan bahkan televisi.
  7. Kurangnya stok ban pesawat yang ditahan beacukai karena persoalan dokumen import.

B. Informasi Yang i Sebarluaskan Atau Dirahasiakan

Dari beberapa permasalahan di atas dapat diimpulkan bahwa masalah yang dihadapi maskapai ini bukan hanya terhadap peumpang namun juga berhubungan dengan ejumlah element masyarakat seperti pemerintahan, netizen dan juga Mentri Perhubungan.

Maka informasi yang inginn disampaikan kepada awak media ataupun publik seharusnya adalah :
  • Penyebab dari delay yaitu karena ban yang belum diganti dapat membahayakan keselamatan penumpang, hal ini bersamaan dengan kode etik PERHUMAS pasal 3 prilaku terhadap masyarakat dan media masa yag berbunyi : menjalankan profesi humas dengan memperhatikan kepentingan masyarakat serta harga diri anggota masyarakat.
  • Memberika informasi kepastian pengebalian uang tiket & kompensasi yang akurat kepada calon penumpang yang gagal berangkat, hal ini juga berkeaan dengan kode etik Asosiasi Public Relatione Indonesia (APRI) Pasal satu tentang prilaku profesional yang bebbunyi : Dalam menjalankan kegiatan profesionalnya, seorang anggota wajib menghargai kepentingan umum dan menjaga diri setiap anggota masyarakat. Menjadi tanggung jawab pribadinya untuk bersikap adil dan jujur terhadap klien, baik yang mantan maupun yang sekarang, dan terhadap sesame anggota asosiasi, anggota media komunikasi serta masyarakat luas.
  • Memberikan informasi tentang langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Maskapai Lion Air terkait kasus delay, sehingga tidak menjadi masalah yang simpang siur dan berkepanjangan.
  • Memberikan informasi terkait jadwal penerbangan baru yang akurat dan bebas delay secepatnya.
  • Menyampaikan permintaan maaf dari perusahaan kepada awak media, netizen, dan juga Mentri Perhubungan. Karena PR sifatnya adalah sebagai penyambung lidah atau jembatan penghubung antara perusahaan dengan publiknya, maka PR.lah yang bertugas menyampaikan maaf ataupun menyusu serangkaian acara permintaan maaf dari perusahaan.
Adapun informasi yang seharusnya tidak disebarluaska kepada publik terkait kasus adalah sebagai berikut :
  • Kasus kurangya stok ban pesawat yang saat itu masih ditahan beacukai karena permasalahan dokumen impor, karena hal ini termasuk kedalam informasi internal perusahaan yang tidak menyangkut kepentingan masyarakat ataupu media selain itu informasi ini juga termasuk informasi finansial yang rahasia perusahaan dan juga permasalahan dokumen impor bukan merupakan tindak atau perbuatan kriminal yang bertentangan dengan hukum namun hanya terjadi sebuah kelalaian yang justru berdampak pada perusahaan, hal ini juga sejalan dengan kode etik APRI pasal 5 Tetang Informasi Rahasia, yang berbunyi Seorang anggota (kecuali bila diperintahkan oleh aparat hukum yang berwenang) tidak akan menyampaikan atau memanfaatkan informasi yang dipercayakan kepadanya, atau yang diperolehnya, secara pribadi, dan atas dasar kepercayaan, atau yang bersifat rahasia, dari kliennya,,baik di masa lalu, kini atau di masa depan, demi untuk memperoleh keuntungan pribadi atau untuk kepentingan lain tanpa persetujuan jelas dari yang bersangkutan
Kemudian dengan terpenuhinya informasi yag dibutuhkan media ataumasyarakat serta terjaminya rahasia perusahaan maka langkah selajutya seorang PR untuk menyelesaikan kasus permasalahan adalah dengan membuat press release seperti :

C. Press Release


(Jakarta/17/06/2016) Kasus keterlambatan (delay) yang dialami maskapai penerbangan Lio Air kini mulai menemui titik terang, di kutip dari konfrensi perssnya Head Of Corporate Secretary Lion Group Dwiyanto Ambarhidayat menjelaskan bahwa kini masalah-maslah teknis yang seperti penggantian ban pesawat yang mengakibatkan keterlambatan sudah sepeuhnya ditangani oleh pihak Lion Air sehingga tidak akan mengakibatka delay yang berkepanjangan lagi kedepanya.

Selain itu Dwi juga menambahkan bahkan soal pengembalian uang tiket pesawat atau Re-fund untuk calon penumpang yang gagal diberangkatkan kini sudah dapat menukarkan tiketnya di bandara tempat penumpang membeli tiket tersebut, ia juga menambahkan bahwa ketelatan dalam refund tersebut disebabkan karena keterbatasan dana tunai atau uang cash di bandara yang saat itu bertepatan dengan peringatan Imlek.

Delay pada penerbangan Lion Air ini sudah dialami sejak Oktober 2013 rute penerbangan yang kerap mengalami delay yaitu rute Jakarta-Padang dan Jakarta-Pangkal Pinang. Keterlambatan penerbangan ini disebabkan oleh masalah teknis seperti penggantian ban selain itu refund yang lelet dari pihak maskapai juga turut mewarnai kasus dari maskapai pimpinan Rusdi Kirana tersebut.

“pihak kami telah mengupayakan agar delay seperti ini tidak terulang lagi nanti yaitu dengan melakuan pengecekan terhadap armada pesawat dan juga pegawai kami” tambah Dwi dalam konfrensi Perssnya Rabu, 17 06 2016 ( Alfan Hidayat | www.alfan.gq )


" Paper Delay Lion Air Terkait Penyebaran Informasi Humas "

No comments:

Post a Comment