Makalah Profesionalisme Public Relations - Etika Kehumasan - Dunia Public Relations

Terbaru

Monday, October 10, 2016

Makalah Profesionalisme Public Relations - Etika Kehumasan


MAKALAH PROFESIONALISME PUBLIC RELATIONS
ETIKA KEHUMASAN


Berikut ini adalah sebuah makalah berkenaan dengan Profesionalisme Public Relations ( PR ) yang di susun dan dikirim oleh Siti Balqis Fatmazuhria semoga dapat menjadi refrensi teman - teman dalam menyusun sebuah tugas tentang Profesionalisme Atau Profesi Public Relationas atau Humas.

A. Latar Belakang

Hubungan masyarakat atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Public Relations (PR) merupakan salah satu posisi yang sangat penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Public Relations adalah sebuah bentuk komunikasi dua arah yang bertujuan untuk membentuk opini public sesuai dengan apa yang kita inginkan hingga terciptanya kepercayaan dan adanya saling pengertian antara public dengan organisasi atau perusahaan dan menumbuhkan citra positif terhadap perusahaan itu sendiri.

Public Relations semakin lama semakin berkembang, keberadaan public relations semakin dicari dalam era modern kini karena seorang public relations dapat menjadi jembatan penghubung antara perusahaan dengan publicnya. Opini public sangat tergantung pada fungsi public relationsnya. Seorang public relations harus bisa membuat strategi dan planning dengan tujuan mempersuasif publicnya agar sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan dan mendapatkan kepercayaan serta citra yang positif.

Menurut Internasional Public Relations Association (IPRA) dalam Rumanti (2005:11) Public Relation merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi-organisasi, lembaga-lembaga umum dan pribadi, yang dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada hubungan dan diduga akan ada kaitannya, dengan cara menilai opini public, dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan, guna mencapai kerjasama yang lebih produktif dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.

B. Profesi Public Relations

Profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi.

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999). Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus, dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja.

Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi dan masyarakat. Humas dapat mencakup sebuah organisasi atau individu yang mendapatkan eksposur ke khalayak mereka menggunakan topik kepentingan publik dan berita yang tidak memerlukan pembayaran langsung Tujuan dari hubungan masyarakat oleh perusahaan sering untuk membujuk masyarakat, investor, mitra, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempertahankan sudut pandang tertentu tentang hal itu, kepemimpinannya, produk, atau keputusan politik.

Kegiatan umum termasuk berbicara di konferensi, memenangkan penghargaan industri, bekerja sama dengan pers, dan komunikasi karyawan. Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi

C. Tantangan menjadi Public Relations

Public relations (PR) sebagai salah satu pilar terpenting dalam komunikasi pemasaran untuk menciptakan reputasi perusahaan, juga mengalami dampaknya. Dalam strategi komunikasi global para praktisi PR memposisikan diri di front line yang mengkomunikasikan sasaran, pesan-pesan utama, target publics, dan rencana-rencana perusahaan.

PR bukanlah fungsi manajemen yang dapat berdiri sendiri. Bersama sarana komunikasi pemasaran lainnya akan membentuk integrated marketing communications, merupakan cara yang paling efektif dalam mengkomunikasikan pesan-pesan utama kepada pelanggan, shareholders, karyawan dan staf perusahaan, serta target publics yang lain.

Integrated marketing communications, yang didukung oleh Internet, memperkecil error dan miscommunications yang dapat menimbulkan kebingungan pelanggan. Gabungan upaya-upaya pemasaran ini membantu untuk meyakinkan targe publics untuk membeli produk, menggunakan layanan atau berinvestasi.

Dalam keterkaitannya dengan globalisasi pula, terdapat sejumlah persoalan yang timbul dalam public affairs dewasa ini. Salah satunya adalah hukum dan budaya yang beraneka serta persoalan yang berhubungan dengan news media. Muncul pula tantangan untuk mencapai konsistensi citra dan policy di seluruh dunia. Dan yang tak kalah pentingnya adalah perbedaan yang mendasar pada struktur politik antar daerah dan negara.

Menghadapi situasi ini, tantangan terberat bagi praktisi PR adalah perannya sebagai pengelola dan pendamai sistem nilai, kepercayaan dan ideologi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Peran ini mesti didukung oleh status PR sebagai interpreter perusahaan dan pencipta social policy yang menempatkan organizational behavior sebagai panduan. Mereka juga mempengaruhi dan mendamaikan persepsi publik dalam konteks global.

Tantangan-tantangan yang sering dihadapi oleh seorang Public Relations adalah sebagai berikut :

  • Pertumbuhan Teknologi Komunikasi
    Tak bisa dipungkiri, pertumbuhan Teknologi Komunikasi yang semakin pesat, menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Public Relations. Pertumbuhan Teknologi Komunikasi ini berdampak pada penyebaran informasi baru yang semakin cepat dan luas.

  • Pengaruh Media MassaMedia Massa memiliki kemampuan untuk membangun citra di benak publik serta mampu membentuk pendapat dan persepsi mereka. Media melalui isi pesan melaksanakan strategi pembingkaian, yang menyoroti aspek-aspek tertentu dan mengabaikan aspek-aspek lain dalam memandang kenyataan.

  • Tingkat Pendidikan, Kelas Sosial, Demografi dari khalayak yang berbeda-beda
    Keinginan publik yang semakin beragam, serta banyaknya permintaan-permintaan publik yang belum bisa dipenuhi oleh perusahaan, juga menjadi tantangan bagi seorang Public Relations. Public Relations harus mampu menyeragamkan informasi untuk publiknya, dengan memberikan edukasi, program-program PR, serta tanggung jawab sosial yang baik agar bisa mendapatkan kepercayaan dari publik.

D. Standart Profesional PR

Teges Prita soraya wanita kelahiran Jakarta 26 Juli 1971 ini memulai karir profesionalnya bidang kehumasan Diusia yang masih relative muda yakni 19 tahun. Ia sangat menikmati pekerjaanya meski awalnya hanya menjadi asisten yang bertugas menerima tamu, foto copy hingga mengirim surat melalui fax.

Pengalamannya sebagai Public Relation kemudian diuji saat ia bekerja di Hard Rock Café Jakarta. Pribadinya yang menyenangkan dan open minded ditunjang dengan kerja keras, Teges kemudian diangkat sebagai Manager PR. Nama besar Teges tetap melekat hingga kini sebagai PR Hard Rock Café Jakarta.Setelah itu karirnya kemudian berlanjut di RCTI yang merupakan perusahaan besar pertama yang menjadi tempatnya berkarir. Mengepalai departemen Marketing dan Communication, Teges merupakan salah satu orang yang memperakarsai ide dibuatnya ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

Pusat perbelanjaan prestis tanah air, Grand Indonesia menjadi labuhan terakhirnya sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi ‘pilot’ di Angkasa Pura Retail.Sempat berganti-ganti tempat kerja meskipun secara garis besar tetap di satu bidang yang sama, yakni public relation, dengan segudang pengalaman yang ia punya, bukan menjadikan seorang Teges pribadi yang tidak fokus. Bahkan justru memperkuat skill-nya di bidang yang digelutinya.

“Alasan saya menerima untuk menjadi CEO di Angkasa Pura Retail karena tanggung jawab ini akan merubah sesuatu dan dapat dinikmati orang secara langsung. Semua kita mulai dari nol. Angkasa Pura Retail bukan perusahaan pertama yang saya rintis dari nol. sebelumnya saya di RCTI dan Grand Indonesia, saya seperti bikin perusahaan kecil yang baru. Karena waktu itu saya disuruh membuat departemen yang memang belum ada di company tersebut. Jadi selama karir saya, tidak pernah dikasih produk yang sudah jadi dan tinggal meneruskan aja. selalu memulai hal baru, pasti dengan system baru, rule yang baru dan pasti memecat orang,” jelas lulusan London School Public Relation ini.

Peranan Teknisi Komunikasi yang dibutuhkan standar kompetensi PR sebagai berikut :
  • Menguasai keterampilan menulis untuk media massa (cetak, dan elektronik termasuk website), membuat foto dan visualisasi pendukung informasi.
  • Menguasai tehnik MC juga protokoler dan mengelola acara-acara special.
  • Menguasai komunikasi antar pribadi dalam mengatasi keluhan public dan membangun kepercayaan pelanggan.
  • Menyediakan, melayani dan menguasai informasi yang berkaitan dengan organisasi serta pelayanan publiknya.
  • Menguasai administrative ringan dan juga pemahaman akan organisasi serta hubungannya dengan public internal dan eksternal.
Kemampuan yang harus dimiliki seorang Public Relations:
  1.  Ability to communicate ( kemampuan berkomunikasi )Kemapuan berkomunikasi sangatlah penting bagi seorang PR. Komunikas menrupakan bagi paling utama karena seorang PR akan bertemu dengan masyarakat luas. Ada 2 bentuk komunikasi yakni lisan dan tulisan. Bentuk komunikasi lisan meliputi kemampuan berbicara di depan umum, mampu melalukan persentasu, wawancara mengumpulkan data dan diwawancarai pers sebagai sumber informasi. Dalam bentuk tulisan meliputi penulisan news letter, feature, dan lainnya.
  2. Ability to organize ( kemampuan manajerial atau kepemimpinan )Seorang PR harus mampu mengantisipasi masalah yang ada di dalam maupun diluar organisasi.Seorang PR diharapkan mampu mengorganisasikan kegiatan PR. Profesi PR harus mampu berpikir jernih dan obyektif.
  3. Ability on get the with people ( kemampuan bergaul atau membina relasi)Setiap orang yang berprofesi menjadi PR harus mempunyai network atau jaringan yang luas sehingga dapat mempermudah menjalankan profesinya tersebut. Personal Aproaching (pendekatan personal) harus dilakukan seorang profesi PR, kendati tetap dalam koridor mempertahankan integritas profesi masing-masing.
  4. Personality integrity (memiliki kepribadian yang utuh dan jujur)Kepribadian yang utuh dan jujur artinya seorang PR harus memiliki kredibilitas yang tinggi, yakni dapat diandalkan dan dipercaya oleh orang lain, dan dapat diterima sebagai yang memiliki kepribadian utuh dan jujur. Sebagai seorang PR yang menjadi sumber berita bagi pers atau media massa,informasi yang disampaikan dapat dipercaya dan memiliki nilai berita tinggi. Dalam melakukan kegiatan PR selalu menerapkan etika profesi PR yang berlaku. Sehingga tidak menimbulkan misinformasi, miskomunikasi atau mispengertian. Hubungan yang terjadi pada publiknya tercapai mutual understanding ( saling pengertian).
  5. Imagination (banyak ide dan kreatif)Memiliki imajinasi (banyak ide dan kreatif) dalam pengertian seorang PR harus memiliki wawasan yang luas, permasalahan serumit apapun harus diketahui benang merah persoalannya.

E. Kesimpulan

Profesi public relations sangat dibutuhkan di setiap intansi, organisasi maupun perusahaan. Untuk menjadi seorang public relations yang professional tidaklah mudah, kita harus mencintai dahulu pekerjaan kita sebagai seorang PR. Seorang PR harus memiliki tanggung jawab yang besar dalam memajukan atau mempertahankan citra perusahaan di depan publicnya. 

Oleh karena itu seorang PR harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bertanggung jawab, memiliki ide yang kreatif, jujur, memiliki kepribadian yang baik, kemampuan memanage dan memecahkan masalah dengan baik, dan memiliki attitude atau budi pekerti yang baik. Selain itu seorang PR harus memiliki penampilan yang baik dan sopan, memiliki iner beauty dan memiliki kepercayaan diri yang besar. 

Seorang Public Relations harus selalu up to date dalam setiap berita, dan selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada karena teknologi semakin berkembang dan maju. Seorang PR harus pandai menulis dan memiliki kata-kata yang baik, selalu tanggap akan setiap isu yang berkembang dan mampu menjaga image atau citra perusahaan.


" Makalah Profesionalisme Public Relations "

No comments:

Post a Comment