Contoh Makalah Identitas Budaya - Komunikasi Antar Budaya

CONTOH MAKALAH IDENTITAS BUDAYA

Berukut ini adalah contoh makalah tentan identitas budaya yang telah digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah komunikasi antarr budaya seilahkan anda jadikan refrensi namun ingat jangan di COPAS karena bagaimanapun ini adalah karya ilmiah dan jika memang kalian seorang yang terpelajar setidaknya menggunakan refrensi ini dengan bijak.

I. PENGERTIAN IDENTITAS BUDAYA

Identitas adalah jati diri yang dimiliki seseorang yang ia peroleh sejak lahir hingga melalui proses interaksi yang dilakukannya setiap hari dalam kehidupannya dan kemudian membentuk suatu pola khusus yang mendefinisikan tentang orang tersebut. 

Sedangkan Budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga Identitas Budaya memiliki pengertian suatu karakter khusus yang melekat dalam suatu kebudayaan sehingga bisa dibedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.

Dalam Lintas Budaya, setiap orang seharusnya memahami masing-masing budaya yang ada di sekitarnya sehingga dapat beradaptasi ketika berada di kebudayaan yang berbeda. Identitas budaya memiliki beberapa pendekatan dalam pengertiannya yaitu adalah :

  1. Kesempurnaan rasa dalam seni dan kemanusiaan.
  2. Pola yang terintegrasi dari pengetahuan manusia, keyakinan, dan perilaku, yang bergantung pada kemampuan atau kapasitasnya dalam pemikiran secara simbolik dan pembelajaran secara sosial.
  3. Seperangkat sikap, nilai – nilai, sasaran dan tindakan yang diyakini bersama, yang kemudian menjadi ciri, sifat atau karakter dari sebuah organisasi atau kelompok.

II. PERAN IDENTITAS BUDAYA

  1. Identitas budaya ditentukan oleh struktur budaya dan struktur sosial- Struktur budaya : pola persepsi, berpikir, perasaan- Struktur sosial : pola perilaku sosial
  2. Peran diartikan sebagai seperangkat harapan budaya terhadap posisi tertentu .
  3. Pemahaman akan identitas memudahkan komunikasi antar budaya

III. IDENTITAS BUDAYA DALAM KEGIATAN SEHARI - HARI



  1. Tampak melalui tatanan berpikir, perasaan dan cara bertindak pada sekelompk orang tersebut
  2. Tampak melalui bahasa yang dipakai
  3. Tampak melalui ciri-ciri khas (tubuh, pakaian, makanan, hasil kebudayaan, adat istiadat)

IV. IDENTITAS SOSIAL BUDAYA DALAM KOMUNIKASI ANTAR  BUDAYA

Sekurang-kurangnya ada dua akibat identitas sosial-budaya, yakni terciptanya kategori sosial dan stratifikasi sosial. Kategori sosial adalah kategori suatu masyarakat berdasarkan identitas-identitas sosial tertentu yang diduga dapat menampilkan pola komunikasi antarbudaya tertentu pula. Sedang stratifikasi sosial berkaitan dengan cara pandang masyarakat teradap lapisan-lapisan sosial yang terbentuk karena adanya perbedaan dominasi dalam relasi antar kelompok. Kategorisasi sosial budaya itu sendiri dapat dirinci sebagai berikut:

  1. Wilayah, Desa, dan KotaYakni pembedaan pola-pola komunikasi antar ornag desa dan kota berdasarkan identitas kehidupan, apakah kosmopolitan, ritualisasi, pemeliharaan budaya, dan konsep tentang relasi antarmanusia.
  2. EtnosentrismeBahwa setiap kelompok, etnik, atau ras mempunyai semangat atau ideologi yang menyatakan bahwa kelompoknya lebih superior daripada kelompok enik atau ras lain.
  3. StereotipEvaluasi atau penilaian yang kita berikan kepada seseorang secara negatif, memiliki sifat-sifat ynag negatif hanya karena keanggotaan orang itu pada kelompok tertentu.
  4. PrasangkaSikap antipati yang didasarkan pada kesalahan generalisasi atau generalisasi yang tidak luwes yang diekspresikan sebagai perasaan. Prasangka merupakan sikap negatif yang ditujukan kepada suatu kelompok buday ayang didasarkan pada sedikit pengalaman atau nbahkan tanpa pengalaman sama sekali.
  5. DiskriminasiPerilaku yang dihasilkan oleh stereotip atau prasangka, lalu ditunjukkan pada sikap yang terbuka atau rencana tertutup untuk menyingkirkan, menjahui, atau membuka jarak, baik bersifat fisik maupun sosial dengan kelompok-kelompok tertentu.

V. PERSPEKTIF TERHADAP IDENTITAS BUDAYA


A. Perspektif Sosial Psikologis
Menekankan bahwa identitas tersebut dibentuk sebagian oleh diri dan sebagian lagi dalam hubungannya dengan anggota kelompok. Berdasarkan perspektif ini, diri terdiri dari berbagai banyak identitas dan pengetahuan tentang identitas ini terikat pada budaya. Karena itulah, bagaimana kita memahami diri sangat bergantung pada latar belakang budaya.


B. Perspektif Komunikasi
Dibangun di atas gagasan - gagasan tentang pembentukan identitas yang telah disinggung sebelumnya, tetapi dalam pengertian yang lebih dinamis. Perspektif ini menekankan bahwa identitas dinegosiasikan, dibentuk, dikuatkan, dan ditantang melalui komunikasi dengan orang lain; mereka muncul ketika pesan-pesan dikomunikasikan.


C. Pendekatan Praktis
Melihat identitas secara lebih dinamis, sebagai akibat dari konteks yang cukup jauh dari individu. Pembentukan identitas kontekstual: pembentukan identitas dengan melihat konteks sejarah, ekonomi, politik, dan wacana.


Resisting ascribed identities: ketika seseorang dihadapkan pada berbagai wacana mengenai identitas, ia itu ditarik ke dalam dorongan sosial yang memunculkan wacana tersebut. Seseorang mungkin akan menolak posisi (identitas) yang mereka berikan dan mencoba mengambil identitas lain. Sifat dinamis identitas: dorongan sosial yang membangkitkan identitas-identitas tersebut tidak pernah stabil dan selalu berubah.

VI. PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA

  1. Kepercayaan
    Kepercayaan menjadi faktor utama dalam identitas budaya, tanpa adanya kepercayaan yang di anut maka tidak akan terbentuk suatu identitas budaya yang melekat pada suatu kebudayaan. Biasanya kepercayaan ini muncul dari amanah para leluhur terdahulu yang menyakini tentang suatu kegiatan yang biasa dilakukan oleh suatu budaya yang tentunya berbeda antara budaya satu dengan budaya lainnya. Contohnya mempercayai tradisi pecah telur pada saat resepsi pernikahan yang dipercaya sebagai salah satu tradisi penting masyarakat Jawa dalam resepsi pernikahan.

  2. Rasa aman.
    Perasaan aman atau positif bagi penganut suatu kebudayaan menjadi faktor terbentuknya identitas budaya, karena tanpa adanya rasa aman dari pelaku kegiatan budaya maka tidak akan dilakukan secara terus menerus sesuatu yang dianggapnya negatif dan tidak aman. Contohnya tidak ada kebiasaan menyakiti sesama karena dianggap saling menyakiti adalah tidak memberikan rasa aman bagi siapapun.

  3. Pola perilaku.
    Pola perilaku juga menjadi faktor pembentuk identitas budaya, bagaimana pola perilaku kita dimasyarakat mencerminkan identitas budaya yang kita anut. Dalam hal ini biasa terjadinya diskriminasi terhadap orang-orang tertentu yang berprilaku kurang baik menurut orang sekitarnya yang pada umumnya didalam budaya orang tersebut adalah sesuatu yang wajar dilakukan.

VII. ATRIBUT IDENTITAS BUDAYA

Adapun atribut identitas budaya menurut Daphne A. Jameson adalah sebagai berikut:
  • Identitas budaya dipengaruhi oleh hubungan dekat. Hubungan dekat seseorang dengan orang lain misalnya anggota keluarga atau teman.
  • Identitas budaya berubah sesuai dengan waktu.Perubahan-perubahan yang dialami seseorang dalamhidupnya dapat mengubah identitas budaya yang iamiliki. Misalnya, perubahan status sosial, kelasekonomi, profesi, status kewarganegaraan ataupun agama.
  • Identitas budaya terkait erat dengan kekuasaan dan hakistimewa (privilege). Komponen biologis budaya-ras,etnis, jenis kelamin, usia, terkadang membuat orang lainmerasa terpinggirkan dari hak-haknya.
  • Identitas budaya bisa membangkitkan emosi. Setiap orang mungkin memiliki perasaan positif, negatif, netral atau ambigu terhadap komponen identitas budaya mereka sendiri. Ketika orang tersebut mendapatkan tanggapan yang negatif dari budaya orang lain, beberapa kemungkinan bisa saja terjadi. Mulai dari mengubah cara pandangnya, merendahkan sikap tersebut, atau bisa juga meninggalkan kelompok yang berhubungan dengan hal tersebut.
  • Identitas budaya dapat dinegosiasikan melalui komunikasi tetapi hanya dalam keadaan tertentu. Orang tersebut harus merasa sadar dengan komponen identitas budaya mereka dan merasa nyaman untuk mendiskusikannya dengan orang lain.

KESIMPULAN

Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki warisan budaya yang sangat kaya. Berbagai macam tradisi dan adat - istiadat yang dimiliki Indonesia seperti menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Indonesia menjadi kaya karena budayanya. Kekayaan budaya itu ditambah lagi dengan masuknya berbagai unsur kebudayaan asing ke dalam Indonesia melalui proses akulturasi dan asimilasi. Akulturasi adalah bergabungnya dua kebudayaan atau lebih sehingga menciptakan suatu kebudayaan baru, tanpa menghilangkan kepribadian dari kebudayaan asli. Sedangkan asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan atau lebih sehingga menghasilkan suatu kebudayaan baru, yang berbeda dengan kebudayaan aslinya. Asimilasi ini biasa terjadi pada golongan minoritas dan golongan mayoritas pada suatu tempat.



" Contoh Makalah Identitas Budaya "