Contoh Anlaisis Kegagalan Komunikasi Iklan Djarum 76 - Psikologi Komunikasi


CONTOH ANALISIS KEGAGALAN KOMUNIKASI KOMUNIKASI IKLAN DJARUM 76

Dongeng Atau Iklan Rokok?


Saat ini banyak sekali kekeliruan atau kesalahan pada penyampaian pesan dari sebuah media cetak, atau media televisi yang sering kita lihat setiap harinya. sebuah iklan produk yang tema dari iklan tersebut sama sekali tidak tepat atau tidak sesuai dengan produk yang ditawarkan. misalnya saja pada produk rokok kretek asal Indonesia Djarum 76 yang mengusung tema sesosok tokoh “om jin” yang dapat mengabulkan permintaan. Berbeda dengan produk yang mereka pasarkan yaitu sebuah rokok, yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan seorang jin pada iklan tersebut.


Djarum merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang diproduksi di kota Kudus Jawa Tengah. Pada awal kemunculannya Perusahaan Djarum ini didirikan oleh seorang pengusaha Oei Wie Gwan, yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek, bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951. Oei Wie Gwan lalu mengubah nama prusahaan tersebut menjadi Djarum.
Djarum 76 adalah sebuah merek rokok ternama di Indonesia yang diproduksi oleh PT Djarum. Dinamai Djarum 76 karena merek rokok ini diperkenalkan pada tahun 1976. Merek rokok ini memiliki kadar 38 tar mg, dan 2.4 mg.

Slogan Djarum 76


Sosok Om Jin

Iklan Djarum 76 pertama kali ditayangkan di televisi nasional pada tahun 2007. Iklan ini mengusung slogan “yang penting hepiii...”. pada awalnya, produk rokok ini mengandalkan sesosok tokoh “om jin” yang dapat mengabulkan permintaan sebagai tokoh utama dalam iklannya tersebut. hal ini justru yang membuat banyak orang bertanya – tanya, mengapa iklan yang menjual sebuah produk rokok, tetapi sama sekali tidak menampilkan produk tersebut sama sekali, melainkan menceritakan sesosok “om jin” pada iklan mereka tersebut.

Cuplikan Iklan

walaupun pesan untuk mempromosikan produk rokoknya tersebut tidak tersampaikan ke masyarakat, iklan Djarum 76 sebenarnya mempunyai pesan tersendiri dalam setiap tema iklan yang dikeluarkan. seperti misalnya di salah satu iklan mereka diatas, diceritakan ada sesosok jin yang akan mengabulkan 1 permintaan dari seseorang yang dia temui, malangnya jin tersebut muncul di tempat berkumpulnya para preman.

tetapi si jin pun tetap berkata, akan mengabulkan 1 permintaan dari para preman – preman tersebut. lalu sang pemimpin preman berkata "Kuda poni", lantas si jin pun mengabulkan permintan si preman tersebut, tetapi si preman justru mengeluh akan sosok kuda poni yang dihadirkan,"Kok pucet” keluh sang preman masih belum puas, lalu om jin mengubah kuda poni tersebut kembali, dan sang preman masih mengeluh dengan berbagai alasan, “kok cebol” keluh sang preman sedikit tidak wajar, karena seperti yang kita ketahui bahwa kudo poni memiliki bentuk fisik yang pendek atau cebol. “kok poni?" dengan polosnya om jin menjawab pertanyaan tersebut “nah loh yang minta kuda poni siapa?”. dan dihajarlah si jin oleh para preman - preman tersebut. tak merasa senang dipukuli, si jin pun berkata "iki salah. iku salah, opo karepe?" yang Artinya : ini salah, itu salah, apa maunya?.

Jika kita mencermati dengan baik, sebenernya terdapat pesan moral dibalik iklan tersebut, yaitu "rasa bersyukur" . Di iklan tersebut ditunjukan bahwa si preman tidak pernah puas dan terus mengeluh, padahal dia sudah mendapatkan yang dia inginkan.

Hal ini juga merupakan sindiran tersendiri, Ada orang – orang yang sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi mereka tidak pernah merasa bersyukur terhadap apa yang telah mereka capai, melainkan hanya mengeluh, karena merasa belum puas atas apa yang telah didapat.Masih banyak lagi pesan yang bisa kita peroleh dari iklan Djarum 76 ini.

Contoh lain dari iklan djarum 76 adalah salah satu cuplikan iklan yang menceritakan seorang lelaki yang menemukan sebuah lampu jin dilapangan kosong, dan cerita selanjutnya seperti yang terlihat disebelah bawah teks ini. Bahkan karena terlalu terkenalnya iklan djarum 76, ada yang membuat versi komik untuk iklan ini.

Cuplikan Iklan

Pesan Moral dari Om Jin
Tetapi dari semua ketidak-nyambungan iklan tersebut, sang sutradara ingin membuat iklannya tampak berbeda, dengan memasukan jin dan memakai slogan tersebut,dengan harapan agar lebih mudah diingat oleh masyarakat luas. dan sesuai kode etik Komisi Penyiaran Indonesia atau perarturan Undang – Undang yang ada, perusahaan sama sekali tidak di perbolehkan mempilkan produk rokok dari iklan tersebut.

" Contoh Analisis Kegagalan Komunikasi Iklan Djarum 76 "