Contoh Analisis Isu Manajemen Krisis PR - Isu Full Day School Indonesia - Dunia Public Relations

Terbaru

Wednesday, October 12, 2016

Contoh Analisis Isu Manajemen Krisis PR - Isu Full Day School Indonesia


CONTOH ANALISIS ISU MANAJEMEN KRISIS PR
ISU FULL DAY SCHOOL INDONESIA


A. Latar Belakang


Full Day School (FDS) adalah sekolah sepanjang hari penuh atau bisa disebut dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan sejak pukul 06.45-17.00 WIB. Dengan itu maka, sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi maupun ekstra kulikuler. 

Pernyataan menteri pendidikan baru tentang full day school atau sekolah sepanjang hari tentu saja menuai banyak pro dan kontra dari masyarakat khususnya para orang tua, namun tentu saja ada yang mendukung tapi juga tak sedikit yang menolak wacana tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru ini, menilai pendidikan dasar dan menengah masih keteteran menghadapi pesatnya perkembangan zaman, akibatnya sistem pendidikan belum menghasilkan lulusan yang tangguh dan berdaya saing tinggi. 

Untuk membenahi generasi muda ia menyarankan gagasan full day school untuk pendidikan SD dan SMP baik sekolah negeri atau swasta. Full day school tersebut maksudnya agar para siswa bisa lebih lama berada di sekolah dari pada langsung pulang sementara orang tua masih bekerja dan dapat membenahi sistem pendidikan di Indonesia.

Namun bukannya mendapat dukungan dari masyarakat dan netizen di media sosial Mendikbud yang baru dengan kebijakannya untuk sistem pendidikan Indonesia, tidak sedikit menimbulkan pro dan kontra. Memang banyaknya pelajar di Indonesia yang masih kurangnya atas wawasan, mungkin dengan adanya full day school dianggapnya menjadi solusi untuk membangun generasi penerus berkualitas, bagi Muhadjir full day school juga dapat membendung pengaruh-pengaruh buruk yang diterima anak saat orang tua sibuk bekerja dan tak sempat mengawasi dan mencegah berbagai aktivitas anak yang mengarah pada kegiatan yang bersifat negatif, Khususnya membentuk akhlak dan akidah dalam menanamkan nilai-nilai positif serta memberikan pondasi yang kuat dalam belajar di semua aspek.

B. Analisis Isu

Kurangnya penjelasan positif tentang gagasan pemberlakuan sistem full day school ini akhirnya menuai banyak pro dan kontra di masyarakat. Para netizen di media sosial berdebat mengenai dampak positif dan negatifnya dari sistem FDS bagi para siswa/i yang dianggap terlalu membebankan siswa/i itu sendiri dengan Sekolah sepanjang hari (full day school). 

Banyak netizen menilai jam anak di sekolah yang terlalu lama yang akhirnya hanya akan mendapat beban lebih banyak dari yang seharusnya, dan membuat full day school tidak efektif karena dapat memicu anak menjadi stres.

Cyber Bullying                   

Tentang beredarnya isu tersebut Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Muhadjir Effendy sedang mengalami Cyber Bullying yang meluapkan kekecewaannya melalui media sosial salah satunya twitter. Ungkap salah satu netizen di akun media sosialnya Abime Yamaguchi (@Abimeey) “Kalo anak sekolahan aja Full Day School, berarti Menteri pendidikannya juga harus Full Day Work. Yakan? Yagak?”.

Akses kemudahan internet, murahnya perangkat teknologi informasi komunikasi dan banyaknya pengguna media sosisal merupakan potensi terbesar penyebab cyber bullying yang terjadi seiring beredarnya gagasan diberlakukannya FDS yang menyebabkan krisis reputasi nama baik Mendikbud Muhadjir Effendy.

Offesive Issues

Jika menilai dari sisi positif pemberlakuan full day school. Hal ini bisa menaikan citra Mendikbud. Sistem Full Day School sendiri terbilang sukses dilakukan di Finlandia. Sistem ini dinilai bisa membentuk karakter anak sejak dini karena ia menghabiskan waktu yang banyak disekolah. Dikelilingi teman-teman belajar samabil bermain. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Mendikbud dalam mengambil keputusan akan tetap melaksanakan system full day school atau menghentikannya tanpa uji coba sama sekali.

C. Kesimpulan & Saran

Kesimpulan 

Full day school (Sekolah sepanjang hari) memang solusi paling tepat untuk membenahi sistem Pendidikan khususnya di Indonesia ini, karena dengan adanya program full day school di dunia pendidikan di Indonesia sekolah dapat menambah dan meningkatkan wawasan para pelajar serta dapat menghasilkan generasi lulusan yang berkualitas. Namun tentu untuk menetapkan sistem full day school ini sebaiknya Mendikbud harus mempertimbangkan terlebih dahulu kemampuan para generasi agar tepat sasaran bukan malah memperburuk mental serta fisik para generasi dengan adanya sistem FDS ini.

Saran

Dengan diberlakukannya sistem Full day School ini sebaiknya Mendikbud melakukan beberapa gerakan untuk mendukung berjalannya sistem Sekolah sepanjang hari (Full day school) untuk membangun generasi muda Indonesia yang berkualitas, mempunyai kemampuan, wawasan luas dan berdaya saing tinggi untuk menghadapi Era masyarakat terbuka dimana para tenaga kerja asing masuk dengan leluasa ke Indonesia.( Nurlaila Ramadanthi | 2016 )


" Contoh Analisis Isu Manajemen Krisis PR "

No comments:

Post a Comment